Trump dan Iran Saling Ancam Tarif Tol di Selat Hormuz

- Selasa, 07 April 2026 | 13:01 WIB
Trump dan Iran Saling Ancam Tarif Tol di Selat Hormuz

Dia bahkan berpendapat, kekhawatiran negara lain soal keselamatan pelayaran di kawasan itu "tidak ada kaitannya" dengan Iran. Meski begitu, banyak operator kapal memilih menunda pelayaran karena risiko keamanan yang nyata.

Ketegangan ini meledak setelah serangan AS dan Israel akhir Februari lalu, yang dibalas Iran dengan menyerang wilayah Israel serta pangkalan AS di Timur Tengah. Situasi itu langsung mengganggu aktivitas pelayaran di Teluk.

Tapi ancaman Iran ternyata lebih jauh. Mereka menyatakan akan menutup total Selat Hormuz jika AS berani menyerang pembangkit listrik mereka. Ancaman balasan juga mengarah ke infrastruktur energi dan air di seluruh kawasan.

Peringatan keras itu dilontarkan setelah Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka.

Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, dengan tegas menegaskan posisi mereka di media sosial.

“Segera setelah pembangkit listrik dan infrastruktur di negara kita menjadi sasaran, infrastruktur vital serta infrastruktur energi dan minyak di seluruh wilayah akan dianggap sebagai sasaran yang sah dan akan dihancurkan secara permanen,” tulis Ghalibaf.

Jadi, di tengah rencana saling memungut biaya, ancaman yang bergulir justru jauh lebih besar. Kedua pihak seperti bermain api di jalur perdagangan minyak paling vital di dunia.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags