Suasana di Sentra Industri Tempe Sanan, Malang, belakangan ini agak muram. Bukan karena cuaca, tapi gara-gara harga kedelai impor yang tiba-tiba meroket. Produsen tempe di sana dibuat pusing.
Kenaikannya cukup signifikan. Kalau sebelumnya mereka bisa dapat kedelai impor dari AS dengan harga Rp9.800 per kilogram, sekarang harganya sudah melonjak ke angka Rp10.600. Selisih delapan ratus rupiah per kilo itu terdengar kecil, tapi dalam skala produksi massal, dampaknya besar.
Lantas, bagaimana cara bertahan? Para pengrajin tempe terpaksa mengambil langkah yang mungkin langsung terasa oleh pembeli: memperkecil ukuran tempe. Ya, tempe yang dijual sekarang lebih tipis atau lebih kecil dari biasanya.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Batas Utang 40% PDB dan Defisit 3% Sesuai Arahan Presiden
KAI Daop 1 Jakarta Peringatkan Masyarakat Soal Penipuan Rekrutmen di TikTok
Pemerintah Siapkan Pusat Finansial Khusus untuk Tarik Investasi Asing di Tengah Gejolak Global
BPKH Salurkan Rp12,92 Triliun untuk Persiapan Biaya Haji 2025