Laporan terpisah dari The New York Times memberi gambaran lebih dalam. Dua pejabat senior Iran yang diwawancarai secara anonim menyebut, Teheran juga meminta jaminan keamanan dari serangan mendatang. Mereka ingin serangan Israel ke sekutunya, Hizbullah di Lebanon selatan, dihentikan.
Ada pula rencana ekonomi yang menarik. Konon, Iran berencana membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal. Setiap kapal akan dikenai biaya sekitar 2 juta dolar AS. Biaya ini rencananya dibagi dengan Oman, negara tetangga yang juga berbatasan dengan selat strategis itu.
Dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur akibat serangan. Jadi, alih-alih menuntut ganti rugi langsung dari AS dan Israel, Iran punya cara sendiri untuk mendanai pemulihan.
Dengan penolakan ini, situasi tetap genting. Mediasi mungkin terus berjalan, tapi jalan keluar tampaknya masih jauh dari pandangan.
Artikel Terkait
Danantara Jelaskan Alasan Mayoritas Operator PLTSa Berasal dari China
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia
Pertamina Siapkan Strategi Lima Pilar Hadapi Gejolak Energi Global 2026
Bank Dunia Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global