Di sisi lain, persoalan klasik masih mengemuka. Karo SDM Polda Sumsel, Sudrajad Hariwibowo, yang juga hadir, mengakui masih banyak personel yang belum tersentuh pendidikan kejuruan secara optimal. Itu masalah nyata.
“Masih banyak personel yang belum mengikuti pendidikan kejuruan,” katanya.
Maka, percepatan peningkatan kompetensi harus digenjot. Caranya? Lewat program seperti Polri Belajar dan latihan mandiri di tingkat satker maupun satwil. Sudrajad menjelaskan, pembinaan SDM Polri itu mencakup siklus lengkap, dari rekrutmen sampai pensiun.
Untuk tahun 2026, arah kebijakannya sudah ditetapkan. Fokusnya antara lain pada penerimaan anggota Polri yang BETAH istilah untuk yang Berkualitas, Tangguh, dan Humanis. Lalu ada optimalisasi digitalisasi layanan SDM, peningkatan kompetensi, penguatan nilai-nilai humanis dan HAM, serta tak ketinggalan, integritas dan kesejahteraan personel.
Jadi, pagi itu di Ruang Cafe 96, yang dibahas bukan cuma kopi. Tapi resep untuk membangun polisi yang lebih mumpuni dan dipercaya masyarakat.
Artikel Terkait
Polisi Bogor Bongkar Pabrik Oplosan Gas Elpiji, Rugikan Negara Rp13,2 Miliar
Pemerintah Siapkan Lahan Strategis untuk Perumahan Rakyat
Wali Kota Bima Turun Tangan Mediasi Polemik Dapodik Siswa Kelas VI
Ramalan Keuangan Aries 7 April 2026: Pemasukan Stabil, Waspada Pengeluaran Impulsif