Transaksi SPKLU di Sulselrabar Melonjak 208% Saat Mudik Lebaran

- Selasa, 07 April 2026 | 01:00 WIB
Transaksi SPKLU di Sulselrabar Melonjak 208% Saat Mudik Lebaran

Momen mudik Lebaran tahun ini memberikan gambaran yang cukup jelas: antusiasme masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah timur, terhadap kendaraan listrik sedang melonjak. Hal ini tercermin dari data transaksi pengisian daya yang naik lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun lalu. Tampaknya, ekosistem mobil listrik mulai benar-benar hidup di Sulawesi.

Menurut catatan PLN Unit Induk Distribusi Sulselrabar, selama periode Idulfitri tercatat 2.701 transaksi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Nilainya mencapai hampir Rp 195 juta. Angka ini melesat jauh, sekitar 208%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 875 transaksi senilai Rp 63 juta.

Di sisi lain, peningkatan drastis ini bukanlah suatu kebetulan. Menurut Ahmad Amirul Syarif, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, hal ini menunjukkan kepercayaan publik yang tumbuh.

"Peningkatan ini menunjukkan antusiasme masyarakat menggunakan kendaraan listrik, khususnya pada momen mudik Lebaran. Ini juga indikator bahwa kepercayaan terhadap kesiapan infrastruktur SPKLU yang kami sediakan semakin meningkat," ujarnya di Makassar.

PLN sendiri memastikan seluruh infrastrukturnya beroperasi optimal untuk mendukung mobilitas, termasuk perjalanan jarak jauh yang lumayan. Hingga awal April 2026, di tiga provinsi Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat telah beroperasi 74 unit SPKLU yang tersebar di 54 lokasi berbeda.

Amirul menambahkan, ekspansi infrastruktur akan terus dilakukan bertahap. Tujuannya sederhana: memastikan akses pengisian daya semakin mudah dan merata.

"Pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan layanan," tambahnya.

Gambaran serupa terlihat di tingkat nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai tren ini sebagai pertanda perkembangan pesat. Ia menekankan bahwa infrastruktur adalah kunci utama.

"Tidak akan mungkin mobil listrik itu banyak kalau infrastruktur SPKLU-nya tidak kita bangun," tegas Bahlil.

Sementara itu, dari sisi penyedia layanan, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyoroti strategi pengembangan yang tak hanya fokus pada kuantitas. Menurutnya, kemajuan teknologi dan integrasi layanan digital turut mendongkrak kepercayaan masyarakat.

Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah menyebar 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia. Rata-rata, jarak antar stasiun pengisian itu sekitar 22 kilometer cukup untuk meredakan 'kecemasan jarak tempuh'.

Tak cuma itu, untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis. Mereka pun meningkatkan kapasitas banyak SPKLU, dari pengisian standar menjadi fast charging bahkan ultra fast charging. Layanan digital seperti fitur Trip Planner dan AntreEV di aplikasi PLN Mobile disebut-sebut ikut memanjakan pengguna.

Semua langkah ini, pada akhirnya, bertujuan agar peralihan ke kendaraan listrik tak sekadar wacana, tetapi benar-benar terasa di jalanan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar