Awal 2026 nanti, Jerman punya aturan baru soal dinas militer. Targetnya jelas: memperkuat Bundeswehr, angkatan bersenjatanya. Ini semua terjadi di tengah situasi Eropa yang mencekam pasca invasi Rusia ke Ukraina. Ancaman keamanan nyata, dan Jerman merasa perlu bersiap.
Tak pelak, undang-undang ini langsung memicu gelombang protes. Banyak warga geram. Kekhawatiran terbesar? Jangan-jangan ini jadi jalan pintas untuk menghidupkan lagi wajib militer bagi pria, yang sudah dihentikan sejak 2011 lalu.
Tapi, di balik keributan soal wajib militer itu, ada satu pasal lain yang nyaris luput dari perhatian. Pasal ini justru bisa berdampak langsung pada rencana banyak anak muda.
Intinya, pria Jerman berusia 18 sampai 45 tahun sekarang wajib minta izin dulu ke Pusat Karier Bundeswehr jika mau tinggal di luar negeri lebih dari tiga bulan. Mau kuliah satu semester di Spanyol, kerja di Singapura, atau sekadar backpacking keliling Asia? Aturan ini tetap berlaku. Media Frankfurter Rundschau yang pertama melaporkannya awal April lalu menyebut, tidak ada pengecualian.
Lalu, apa kata pihak militer sendiri?
Seorang juru bicara Bundeswehr membenarkan laporan itu ke kantor berita DPA. Alasannya sederhana: dalam situasi perang, militer harus tahu berapa banyak pria yang sebenarnya tinggal di luar negeri dalam jangka panjang.
Meski terdengar ketat, si juru bicara memberi penjelasan yang agak meredakan.
"Karena dinas militer dalam hukum saat ini sepenuhnya bersifat sukarela, izin seperti ini pada umumnya harus diberikan," ujarnya.
Dia menegaskan, selama tidak ada jadwal dinas militer tertentu yang bentrok, pusat karier itu justru diwajibkan untuk menerbitkan izinnya.
Artikel Terkait
Menteri HAM Janjikan Penguatan Perlindungan Hak Ekonomi Pencipta Lagu dalam RUU Hak Cipta
Idrus Marham Peringatkan Bahaya Narasi Provokatif bagi Stabilitas Nasional
West Ham Pertimbangkan Lapor FIFA Usai Wan-Bissaka Telat dari Perayaan Kongo
Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun