Jakarta – Acara silaturahmi di Istana Merdeka, Kamis lalu, berlangsung haru. Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan para kiai dan tokoh ormas Islam. Suasana yang awalnya hangat, berubah begitu sebuah video dokumentasi diputar.
Video itu menampilkan proses penyaluran bantuan Indonesia untuk rakyat Palestina. Di layar, terlihat bagaimana bantuan kemanusiaan itu sampai ke tangan mereka yang membutuhkan. Presiden Prabowo menyaksikannya dengan seksama.
Tak lama, suaranya terdengar bergetar saat berbicara. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Menurutnya, lembaga ini telah menjadi simbol nyata kepedulian bangsa.
"Luar biasa, terima kasih Baznas," ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Presiden menambahkan, "Anda mewakili bangsa Indonesia, Anda mewakili umat Islam di Indonesia."
Ia menegaskan bahwa bantuan yang dihimpun Baznas benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat Palestina. Tak hanya ucapan terima kasih, pemerintah juga turun tangan memberikan dukungan konkret. Mulai dari penyiapan pesawat militer jenis Hercules hingga payung udara untuk mendistribusikan logistik.
"Banyak bahan-bahan yang diterjunkan adalah bahan-bahan melalui Baznas. Terima kasih," kata Prabowo.
Kalimat terakhir itu sepertinya yang membuatnya tak kuasa menahan haru. Usai mengucapkannya, Presiden terlihat mengusap air mata yang mengalir di pipinya dengan handuk kecil di depan podium. Momen hening itu menegaskan sesuatu: solidaritas yang bukan sekadar retorika.
Di sisi lain, pertemuan ini sendiri dihadiri tak kurang dari 121 kiai dan tokoh. Mereka datang dari berbagai penjuru tanah air. Kehadiran mereka dalam acara itu bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah refleksi bersama. Momentum untuk menguatkan komitmen kemanusiaan Indonesia di tengah krisis yang tak kunjung reda di Gaza.
Ruangan yang seketika hening setelah presiden menangis itu bicara banyak. Lebih dari sekadar laporan resmi, ia menggambarkan getaran empati yang nyata. Sebuah bukti bahwa di balik politik dan diplomasi, ada rasa kemanusiaan yang masih bisa menyentuh siapa pun, termasuk seorang presiden.
Artikel Terkait
BRIN Kembangkan Makanan Praktis Berpemanas Tanpa Api untuk Jamaah Haji
Guru Besar IPB Tegaskan Data Stok Beras Pemerintah Valid Usai Sidak Prabowo
DPR Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga di Hari Kartini
Dua Warga Palestina Tewas Ditembak Pemukim Israel di Tepi Barat