Pertemuan di kantor Kementerian Desa itu terlihat cukup hangat. Menteri Yandri Susanto duduk berhadapan dengan Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, beserta staf dari kedua belah pihak. Inti pembicaraannya jelas: bagaimana caranya menggalang kerja sama yang lebih erat untuk urusan zakat di tingkat desa.
Kedua lembaga ini sepakat untuk memperkuat sinergi. Fokusnya pada peningkatan literasi agar warga desa paham betul soal kewajiban dan manfaat zakat. Kolaborasi ini nantinya akan diwujudkan dengan membentuk unit pengumpul zakat (UPZ) langsung di desa, plus pengembangan beberapa desa percontohan khusus zakat.
Menurut Yandri, misi Kemendes PDT dan BAZNAS sebenarnya nyambung. Sama-sama ingin mendorong pemahaman masyarakat. “Literasi zakat ini harus terus kita gaungkan,” ujarnya. Ia menekankan, kesadaran bahwa zakat itu kewajiban, bukan sekadar pilihan, perlu ditanamkan lebih dalam.
“Oleh karena itu, kampanye literasi zakat harus simpel, masuk akal, mudah dipahami dan mereka mau,” tegas Yandri.
Ia lantas menambahkan, sejumlah program yang sudah jalan di kementeriannya bisa dikaitkan dengan zakat. Beberapa contoh yang disebutkan antara lain program desa ayam petelur, budidaya lele, nila, hingga ayam pedaging. Semua usaha itu punya potensi menghasilkan pendapatan yang lumayan.
Nah, dari situlah muncul imbauannya. Yandri mengajak para pelaku usaha, baik perorangan maupun kelompok, untuk menunaikan zakat mal dari hasil yang mereka dapatkan. Baginya, rezeki yang diperoleh tak seharusnya dinikmati sendirian. Ada kewajiban yang menyertainya.
“Nah, ini mau saya tumbuhkan kesadaran itu. Kamu dapat duit dari Allah SWT, ya, kamu keluarkan dong zakat malnya. Jangan hanya kamu menikmati hasilnya saja,” jelas Yandri dengan semangat.
Artikel Terkait
Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat untuk Tekan Biaya Maskapai
Petugas DKI Gunakan Foto AI untuk Tanggapi Laporan Warga, Terancam Sanksi
Kementerian PU Perbaiki 21 Titik Kerusakan Jalan Cikopo-Sadang Pascahujan Deras
Anggota DPR Desak Pemerintah Intervensi Lonjakan Harga Kemasan Plastik yang Tekan UMKM