Memang, asumsi makro di APBN 2026 hanya mematok harga minyak di level USD70 per barel. Tapi, Kemenkeu ternyata sudah mengantisipasi skenario yang lebih berat. Mereka sudah lakukan simulasi jika harga rata-rata melonjak jauh, bahkan sampai menyentuh angka USD100 per barel.
Dan menurut Purbaya, anggaran yang ada sekarang masih cukup untuk menanggung beban itu. Bahkan lebih dari cukup.
"Padahal kita sudah siapkan sampai akhir tahun dengan asumsi rata-rata USD100. Artinya nanti ada yang di atas USD100 dalam berita tentu kita masih kuat. Dengan existing anggaran yang ada. Kalau kepepet, masih ada lagi buffer yang saya bilang tadi ya Pak," tegasnya.
Jadi, setidaknya untuk dua setengah tahun ke depan, masyarakat bisa sedikit bernapas lega. Harga BBM subsidi dipastikan aman, meski badai harga minyak dunia masih mengancam di luar sana.
Artikel Terkait
Iran Tolak Buka Selat Hormuz, Siapkan Tatanan Baru di Teluk Persia
Kecelakaan Bus di Sanggak Diduga Akibat Rem Blong, Satu Tewas
Timnas Futsal Indonesia Hajar Brunei 7-0 di Pembuka ASEAN Championship
Pemerintah Siapkan 800 Unit Hunian untuk Warga Bantaran Rel