Di sisi lain, langkah Danantara ini bukan yang pertama. Sebelumnya, mereka juga sudah mengakuisisi PT BNI Asset Management. Transaksi dengan BNI itu diresmikan pada 1 April 2026, dengan nilai Rp359,64 miliar untuk 99,9% saham. Rupanya, ini semua adalah strategi besar-besaran. Tujuannya jelas: memantapkan ekosistem investasi BUMN di bawah payung Danantara sebagai holding operasional.
Lalu, bagaimana soal keabsahan harganya? Proses valuasinya sudah melalui penilaian pihak independen. Mereka pakai dua metode: pendekatan pasar dan analisis arus kas yang didiskontokan (DCF). Hasilnya? Nilai Rp1,02 triliun itu dinyatakan wajar oleh kedua belah pihak.
Manajemen juga memastikan satu hal penting: tidak ada benturan kepentingan di sini. Semua prosedur dan regulasi telah diikuti untuk menjaga prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Dengan akuisisi ini, Danantara kini memegang kendali penuh atas MMI. Posisi mereka dalam mengelola portofolio investasi di lingkungan BUMN dipastikan akan semakin kokoh. Sebuah langkah strategis yang mengubah peta pengelolaan aset negara.
Artikel Terkait
KJRI Jeddah Peringatkan WNI Soal Risiko Berat Haji Lewat Jalur Ilegal
Foxconn Catat Lonjakan Pendapatan 30% Didorong AI, tapi Waspadai Ancaman Geopolitik
Razia Truk 2026: 26 Persen Kendaraan Barang Masih Langgar Aturan, Target Zero ODOL 2027 Terancam
Lebih dari 10,7 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan 2025