Di sisi lain, usaha seperti ini ternyata punya sistem yang cukup tertata. Mereka beroperasi di bawah naungan Paguyuban Komunitas Ontel Kota Tua. Meski sepeda yang disewakan adalah milik pribadi masing-masing anggota, mereka saling bantu. Kalau satu orang kehabisan unit, penyewa akan dialihkan ke anggota lain yang masih punya stok sepeda. Kerja sama yang sederhana, tapi efektif.
Untuk tarifnya sendiri, standar sewa per unit adalah Rp25 ribu. Dengan uang segitu, kamu bisa mengayuh selama setengah jam dan dapat topi sebagai pelengkap. Cukup terjangkau untuk sekadar menikmati suasana tempo doeloe.
Namun begitu, ada juga pilihan paket yang lebih komplet. Dengan merogoh kocek Rp100 ribu per sepeda, pengunjung bisa ikut tur wisata selama sekitar dua jam. Rutenya mengelilingi lima spot bersejarah ikonis, seperti Sunda Kelapa, Museum Bahari, Menara Syahbandar, Jembatan Kota Intan, dan Toko Merah. Yang menarik, paket ini sudah termasuk ditemani pemandu yang akan cerita serba-serbi tempat-tempat tersebut.
Jadi, liburan panjang itu bukan cuma tentang bersantai. Bagi para pelaku usaha kecil seperti Cepi dan kawan-kawannya, itu adalah momen emas yang dinanti-nantikan.
Artikel Terkait
Danantara Akuisisi Mandiri Investasi Rp1,02 Triliun untuk Kuatkan Ekosistem BUMN
Pemerintah dan BUMN Bangun 324 Hunian Baru di Kawasan Senen
ATR/BPN Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Pengukuran Tanah
Konflik Timur Tengah Paksa Industri Plastik Nasional Hitung Ulang Biaya Produksi