Di bawah kepemimpinan Ace Hasan, Golkar Jabar disebutnya tumbuh menjadi partai besar yang mampu menyerap aspirasi publik dengan cukup baik. Warisan itulah yang kini harus diteruskan dan kalau bisa, ditingkatkan. Harapannya, partai ini bisa jadi lebih merakyat dan menjadi garda terdepan demokrasi di tanah Pasundan.
Namun begitu, kerja tak hanya internal. Sinergi dengan pemangku jabatan, terutama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mutlak diperlukan. Koordinasi dengan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) harus terus dijaga. Tujuannya jelas: mendukung program-program pro rakyat yang digulirkan pemerintah daerah.
Di sisi lain, peran sebagai ujung tombak program pemerintah pusat juga tak boleh dilupakan. Daniel Muttaqien dan timnya dituntut bisa bersinergi dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Itu bukan tugas ringan, tentu saja. Tapi itulah harga yang harus dibayar untuk tetap relevan dalam peta politik Jawa Barat yang selalu dinamis.
Artikel Terkait
Tanggul Jebol di Demak, 4 Kecamatan Terendam dan 1 Warga Hilang
Okupansi KAI Daop 1 Jakarta Capai 50% Selama Libur Panjang Wafat Yesus Kristus
Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Warga Israel Berlarian Cari Tempat Aman Saat Serangan Rudal Iran, Shelter Pejabat Tertutup