“Penggunaan kompor listrik dapat menjadi alternatif yang lebih efisien sekaligus memanfaatkan jaringan listrik yang telah tersedia luas di berbagai daerah,” ujarnya.
Dua langkah ini, bagi Sugeng, bukan cuma soal go green atau ikut tren global. Ini adalah bagian dari strategi bertahan menghadapi ketidakpastian. Dengan meningkatkan konsumsi listrik untuk hal-hal produktif, ketahanan sistem energi nasional akan lebih kokoh.
“Peningkatan konsumsi listrik domestik secara produktif akan memperkuat sistem energi nasional di tengah tekanan eksternal,” tegasnya lagi.
Tentu saja, semua ini tidak bisa asal jalan. Sugeng mengingatkan, kebijakan elektrifikasi butuh regulasi yang matang dan hati-hati. Implementasinya harus efektif, tanpa membebani masyarakat secara berlebihan.
“Dengan demikian, transisi energi dapat berlangsung bertahap sekaligus memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi nasional,” pungkasnya.
Jadi, jalan menuju kemandirian energi memang masih panjang. Tapi, langkah awal seperti elektrifikasi transportasi dan rumah tangga, jika didukung kebijakan yang tepat, bisa menjadi fondasi yang kuat di tengah dunia yang serba tak pasti ini.
Artikel Terkait
Lebaran Betawi 2026 Tetap Digelar di Lapangan Banteng, Wadah Silaturahmi Pasca-Idulfitri
Banten Jemput Bola Terbitkan NIB Gratis untuk Stabilkan Harga Minyakita
Operasi Penyelamatan AS Gagal Temukan Pilot Pesawat yang Diklaim Ditembak Iran
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor