Laga uji coba di Thailand, Senin kemarin, kembali berakhir pahit untuk Timnas Indonesia U-17. Skuad Garuda Asia, julukan mereka, takluk dengan skor telak 0-3 dari India U-17. Hasil ini semakin menambah catatan kelam tim berjuluk Garuda Asia di tahun 2026.
Bayangkan saja, sepanjang tahun ini mereka sudah lima kali bertanding. Dan lima kali itu pula mereka pulang dengan kekalahan. Awal tahun memang berat. Di bawah asuhan Nova Arianto, mereka dua kali dijamu China U-17 di Tangerang. Hasilnya? Sebuah kekalahan telak 0-7, lalu disusul kekalahan 2-3 yang mungkin sedikit lebih menggigit.
Setelah itu, kepelatihan beralih ke Kurniawan Dwi Yulianto. Harapan pun mengiringi mereka terbang ke Thailand untuk sebuah turnamen. Tapi rupanya, nasib belum berbalik. Mereka dibantai Korea Selatan U-17 tujuh gol tanpa balas. Lalu, seperti yang kita tahu, takluk dari India. Pertandingan terakhir melawan tuan rumah Thailand pun ditutup dengan kekalahan 2-3. Sungguh rentetan hasil yang memprihatinkan.
Namun begitu, perjalanan harus terus berlanjut. Tidak ada waktu lama untuk berlarut-larut. Pasukan Garuda Asia kini bersiap untuk tugas berat berikutnya: menjadi tuan rumah Piala AFF U-17 2026 di Jawa Timur, pertengahan April nanti.
Mereka ditempatkan di Grup A bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. Tantangannya jelas: hanya juara grup yang langsung melaju ke semifinal. Di sisi lain, Vietnam bukan lawan sembarangan. Mereka sudah mengamankan tiket ke Piala Asia U-17, yang menunjukkan kualitas mereka. Pasti akan jadi duel sengit.
Turnamen AFF ini sendiri adalah pemanasan terakhir sebelum ajang yang lebih bergengsi: Piala Asia U-17 di Arab Saudi, Mei mendatang. Di sana, Indonesia masuk Grup B yang penuh raksasa: Jepang, China, dan Qatar. Targetnya jelas, lolos ke perempatfinal Piala Asia sebagai syarat untuk melangkah ke Piala Dunia U-17.
Pertanyaannya sekarang, dengan performa yang masih terlihat goyah dan rentetan hasil negatif, mampukah tim ini bangkit? Mampukah mereka mewujudkan mimpi bermain di Piala Dunia? Jawabannya hanya bisa diberikan di lapangan. Semua mata kini tertuju pada persiapan mereka di tanah sendiri.
Artikel Terkait
Iran Pindahkan Markas Piala Dunia 2026 ke Tijuana, Hindari Komplikasi Visa AS
Trump Klaim Sebagian Besar Kesepakatan dengan Iran Sudah Dirundingkan, Selat Hormuz Akan Dibuka
Mensos Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Katingan Tampung 1.000 Siswa, Rampung Juni 2026
Kredit BPD Tumbuh 1,59 Persen, OJK Dorong Penguatan Lewat Roadmap 2024–2027