Gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara. Menurut analisis BMKG, guncangan yang berpusat di laut ini masuk dalam kategori gempa megathrust jenis gempa bumi yang sangat kuat. Dampaknya paling terasa di tiga provinsi di utara Sulawesi dan Maluku.
Dalam konferensi pers Kamis (2/4/2026), Direktur Informasi Gempabumi dan Tsunami, Rahmat Riyono, memberikan penjelasan mendetail.
"Kedalamannya cukup dangkal, hanya 30 meter. Nah, untuk kategori megathrust yang mencapai kedalaman segitu, ini memang tergolong dangkal dan terjadi di laut. Jadi bisa dikategorikan sebagai gempa megathrust," ujar Rahmat.
Secara sederhana, gempa megathrust itu terjadi di zona subduksi. Di sana, lempeng samudra menelusup ke bawah lempeng benua. Bidang kontaknya dangkal, tapi justru di situlah energi tektonik terakumulasi. Ketika energi itu akhirnya lepas, hasilnya bisa sangat mengerikan: gempa berskala besar dan seringkali diikuti tsunami yang menghancurkan.
Artikel Terkait
Pemilik SPBE Cimuning Bakal Dipanggil Usai Kebakaran Diduga Akibat Kebocoran
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura
PMI Manufaktur Indonesia Anjlok ke 50,1, Hampir Stagnan di Maret 2026