Tak cuma itu. Sektor industri dan manufaktur seperti baja dan baterai untuk kendaraan ramah lingkungan juga masuk dalam paket kerja sama ini. Bahkan, ranah digital dan kecerdasan artifisial (AI) turut disasar.
“Dalam investasi tersebut juga termasuk sektor digital dan AI. Kemudian properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai, dan kerja sama bisnis dan asosiasi antara Kadin, KCCI, terutama untuk mendorong bisnis komitmen,”
jelasnya lebih lanjut.
Di sisi lain, komitmen sejumlah raksasa Korea Selatan juga semakin konkret. POSCO, misalnya, akan memperkuat pengembangan industri baja di sini. Sementara grup Lotte disebutkan menunjukkan minat investasi yang serius, dengan membuka peluang kolaborasi bersama Danantara.
Singkatnya, kunjungan ini berhasil menorehkan hasil yang nyata. Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan memasuki babak baru, dengan investasi skala besar yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja. Semoga saja.
Artikel Terkait
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura
PMI Manufaktur Indonesia Anjlok ke 50,1, Hampir Stagnan di Maret 2026
Harga Sembako Ramadan 2026 Turun Dibanding Tahun Lalu, Daya Beli Konsumen Terjaga