Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan ternyata tak sekadar seremonial belaka. Dari Seoul, kabar baik datang: ada angin segar untuk perekonomian Indonesia, terutama dari sisi investasi. Nilainya fantastis, mencapai USD 10,2 miliar atau setara Rp 173 triliun.
Momen penting itu terjadi dalam forum “Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth” di Seoul, Rabu lalu. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir mewakili Presiden, menyaksikan langsung penandatanganan sederet nota kesepahaman antara pelaku bisnis kedua negara.
“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai USD10,2 miliar USD atau sekitar Rp173 triliun,”
kata Airlangga, seperti dikutip Kamis (2/4/2026). Ia didampingi oleh Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani.
Lalu, kemana saja aliran dana segar itu akan dialirkan? Rupanya, jangkauannya luas. Menurut Airlangga, sektor energi hijau jadi salah satu fokus utama. Di dalamnya ada proyek tenaga surya, carbon capture and storage (CCS), dan berbagai bentuk energi terbarukan lainnya.
Artikel Terkait
Prabowo Tunjukkan Finger Heart dengan Idola K-Pop di Tengah Perkuat Kemitraan Strategis dengan Korsel
Microsoft Investasikan Rp94 Triliun untuk Cloud dan AI di Singapura
PMI Manufaktur Indonesia Anjlok ke 50,1, Hampir Stagnan di Maret 2026
Harga Sembako Ramadan 2026 Turun Dibanding Tahun Lalu, Daya Beli Konsumen Terjaga