Tapi jangan khawatir, filmnya sendiri tetap sangat layak ditonton. Kabar baiknya, Project Hail Mary sudah bisa disaksikan di bioskop Indonesia mulai 8 April 2026.
Dari Buku Bestseller ke Layar Lebar
Kesuksesan film ini sebenarnya sudah bisa ditebak. Soalnya, novel aslinya karya Andy Weir sudah punya basis penggemar yang sangat loyal.
Dirilis pada 2021, buku Project Hail Mary langsung melesat. Pada Mei di tahun yang sama, novel ini sudah menduduki peringkat ketiga dalam daftar New York Bestseller. Penjualannya di minggu-minggu pertama saja mencapai sekitar 30.000 unit.
Bukan hanya versi cetaknya. Audiobook-nya juga laris manis, terjual hingga 2 juta unit. Buku ini bertengger di daftar bestseller New York Times selama berminggu-minggu, menunjukkan daya tarik ceritanya yang kuat.
Kesuksesan itulah yang mungkin membuat MGM (Metro-Goldwyn-Mayer) tak ragu membeli hak ciptanya. Nilai transaksinya disebut-sebut mencapai 3 juta dolar AS, atau setara dengan sekitar 50,93 miliar rupiah.
Ceritanya sendiri cukup menarik. Mengisahkan tentang Ryland Grace, seorang ilmuwan yang dikirim dalam misi penyelamatan bumi. Tujuannya: mencari solusi untuk menghentikan ancaman alga luar angkasa yang berpotensi 'melahap' matahari kita. Sebuah premis yang khas Weir, memadukan sains yang rumit dengan narasi petualangan yang mendebarkan.
Artikel Terkait
DK PBB Segera Voting Resolusi Keamanan Selat Hormuz di Tengah Penolakan China-Rusia
DPR: Pemerintah Pertimbangkan Subsidi Avtur untuk Tekan Kenaikan Tarif Pesawat
Timnas Indonesia U-17 Tumbang dari India, Lanjutkan Tren Negatif Jelang Piala AFF
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Terkait Kasus DSI