Media Turki melaporkan, pemerintahnya sudah menyiapkan lima jalur cadangan untuk pasokan minyak dan gas. Ini dilakukan sebagai antisipasi, kalau-kalau krisis di Timur Tengah terus berlarut dan mengganggu Selat Hormuz. Laporan itu muncul Jumat lalu.
Rencananya, alternatif itu mencakup rute lewat Irak dan Suriah. Ada juga opsi melalui koridor Suez-Laut Merah, serta jalur yang melibatkan Oman. Bahkan rute yang lebih panjang, memutari Afrika, turut dipertimbangkan. Intinya, mereka ingin meminimalisir risiko. Kalau satu jalur macet, masih ada empat cadangan lainnya.
Laporan itu sendiri tidak merinci kapan rencana ini akan dijalankan. Tapi jelas, situasi di kawasan memang sedang memanas.
Eskalasi dimulai akhir Februari lalu. Saat itu, AS dan Israel melakukan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan itu disebut merusak dan menelan korban dari kalangan sipil.
Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS yang tersebar di beberapa negara Timur Tengah. Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi menjadi lokasi sasaran balasan tersebut.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Serukan Dukungan Kampus untuk Transisi Energi Prabowo
FPTI Ungkap Kendala Pemeriksaan Internal Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing
Kuasa Hukum Ono Surono Protes Penggeledahan KPK di Indramayu
Gotong Royong Warga dan Donasi Perantau Pacu Pemulihan Pasca Bencana di Pidie Jaya