Turki Siapkan Lima Jalur Cadangan Minyak dan Gas Antisipasi Blokade Selat Hormuz

- Jumat, 03 April 2026 | 16:45 WIB
Turki Siapkan Lima Jalur Cadangan Minyak dan Gas Antisipasi Blokade Selat Hormuz

Media Turki melaporkan, pemerintahnya sudah menyiapkan lima jalur cadangan untuk pasokan minyak dan gas. Ini dilakukan sebagai antisipasi, kalau-kalau krisis di Timur Tengah terus berlarut dan mengganggu Selat Hormuz. Laporan itu muncul Jumat lalu.

Rencananya, alternatif itu mencakup rute lewat Irak dan Suriah. Ada juga opsi melalui koridor Suez-Laut Merah, serta jalur yang melibatkan Oman. Bahkan rute yang lebih panjang, memutari Afrika, turut dipertimbangkan. Intinya, mereka ingin meminimalisir risiko. Kalau satu jalur macet, masih ada empat cadangan lainnya.

Laporan itu sendiri tidak merinci kapan rencana ini akan dijalankan. Tapi jelas, situasi di kawasan memang sedang memanas.

Eskalasi dimulai akhir Februari lalu. Saat itu, AS dan Israel melakukan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan itu disebut merusak dan menelan korban dari kalangan sipil.

Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS yang tersebar di beberapa negara Timur Tengah. Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi menjadi lokasi sasaran balasan tersebut.

Aksi saling serang ini berimbas langsung pada lalu lintas dagang global. Selat Hormuz, jalur vital pengapalan minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk, praktis mengalami blokade de facto. Dampaknya langsung terasa: harga energi di pasar dunia melonjak.

Menanggapi situasi ini, pejabat Iran juga memberikan pernyataan. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, pada Kamis menyebutkan bahwa aturan baru untuk Selat Hormuz sedang disusun.

Aturan itu nantinya akan mengatur lalu lintas kapal, baik militer maupun niaga. Namun, Gharibabadi menambahkan, pembahasan tentang tarif atau pungutan masih terlalu prematur untuk dibicarakan sekarang.

Jadi, sementara negosiasi dan aturan baru masih digodok, beberapa negara seperti Turki sudah bergerak. Mereka menyiapkan plan B, berjaga-jaga untuk menghadapi ketidakpastian yang mungkin masih panjang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar