Jakarta Seorang sopir taksi online Green SM diperiksa polisi setelah mobilnya mogok di Stasiun Bekasi Timur. Kejadian itu diduga jadi pemicu kecelakaan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Bukan kejadian biasa, ini tabrakan beruntun yang bikin banyak orang syok.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, ngasih keterangan ke Metrotvnews.com, Kamis, 30 April 2026. Katanya,
"Untuk driver taxi online diminta keterangan kemarin Selasa dan Rabu di Polrestro Bekasi Kota."
Tapi hasil pemeriksaan itu belum diumumkan. Polda Metro Jaya masih terus mendalami kasus ini. Kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, memang rumit. Banyak sudut pandang yang harus dilihat.
Nah, peristiwa tragis ini melibatkan tiga moda transportasi: taksi online, KRL, dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Akibatnya, ada korban jiwa dan luka-luka. Suasana di lokasi kejadian waktu itu pasti kacau balau, teriakan dan sirine di mana-mana.
Berdasarkan data sementara hingga Rabu, 29 April 2026, total korban mencapai 106 orang. Dari jumlah itu, 90 orang mengalami luka-luka. Rinciannya, 44 orang udah diizinin pulang, sementara 46 lainnya masih dirawat di rumah sakit. Di sisi lain, 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia.
Angka-angka ini mungkin masih berubah. Polisi masih ngumpulin data dan ngurusin proses identifikasi. Yang jelas, kejadian ini jadi peringatan keras buat semua pihak, soal keselamatan di perlintasan kereta.
Artikel Terkait
Bebek di Atap KRL di Stasiun Sudimara Sempat Viral, KAI Pastikan Tak Ganggu Perjalanan
Prabowo Terima Menteri Pertahanan Jepang di Kediaman Pribadi, Bahas Pendidikan Militer hingga Keamanan Maritim
Presiden Rumania Tunjuk Adrian Vestea sebagai Perdana Menteri Baru Gantikan Eugen Tomac yang Mundur
BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026 pada Juni, Petugas Datangi Usaha dari Rumah ke Rumah