Senin pagi kemarin (30/3), suasana di sejumlah pasar tradisional terasa sedikit lebih lega. Bukan tanpa alasan, harga beberapa komoditas pangan utama justru menunjukkan tren penurunan di awal pekan. Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia yang dirilis sekitar pukul 9.30 WIB mencatat fenomena ini.
Yang paling mencolok adalah penurunan harga cabai. Cabai merah besar, misalnya, terjual rata-rata Rp45.150 per kilogram. Angka itu turun hampir 20 persen dari pekan lalu. Nasib serupa dialami cabai merah keriting, yang harganya melorot 20,02 persen ke level Rp45.950 per kg.
Cabai rawit pun tak luput. Rawit hijau anjlok cukup dalam, 32,29 persen, sehingga harganya menyentuh Rp39.850 per kg. Sementara itu, rawit merah turun 27,55 persen menjadi Rp68.100 per kg. Penurunan signifikan ini tentu jadi kabar baik bagi ibu-ibu rumah tangga.
Di sisi lain, komoditas protein hewani juga ikut merosot. Harga daging ayam ras turun 5,7 persen menjadi Rp40.500 per kg. Untuk daging sapi, kualitas I dijual Rp145.000 per kg (turun 3,72 persen), sedangkan kualitas II ada di angka Rp137.850 per kg setelah turun 3,02 persen.
Tak cuma itu. Gula pasir premium dan lokal masing-masing turun 2 persen dan 1,87 persen. Harganya kini Rp19.600 dan Rp18.400 per kilogram. Beras kualitas super II juga sedikit mereda, turun 0,6 persen ke Rp16.650 per kg. Minyak goreng kemasan bermerek II dan telur ayam ras segar pun ikut turun, masing-masing ke Rp21.800 per liter dan Rp32.000 per kilogram.
Artikel Terkait
Varian Covid-19 Cicada BA.3.2 Meluas di AS, WHO Pantau Peningkatan Penularan
Presiden Prabowo Disambut Hangat Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang
Mudik Lebaran 2026: Penumpang Angkutan Umum Naik 10,87%, Capai 23,54 Juta Orang
Pemprov DKI Dukung PP Tunas, Siapkan Aturan Turunan untuk Batasi Akses Digital Anak