Dari bawah, Presiden Prabowo melambaikan tangannya. Sebuah lambaian yang langsung dibalas oleh Anwar dari depan pintu pesawat. Itu bukan sekadar formalitas. Gestur itu terasa tulus, sebuah simbol nyata dari persahabatan personal yang sudah lama terjalin, sekaligus cermin hubungan kedua negara yang memang sedang mesra.
Sekitar pukul 19.20 WIB, pesawat itu akhirnya bergerak meninggalkan landasan. Kunjungan singkat selama sehari itu pun berakhir.
Momen-momen seperti ini, meski terlihat sederhana, punya makna yang dalam. Ia menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia tidak cuma bertumpu pada hitung-hitungan politik atau angka-angka ekonomi semata. Ada fondasi yang lebih kuat: kedekatan budaya, nilai-nilai persaudaraan, dan tentu saja, chemistry antar pemimpinnya.
Keakraban Prabowo dan Anwar, menurut banyak pengamat, bukan hal yang dibuat-buat. Ini modal berharga. Dan diharapkan, kehangatan di tingkat puncak ini bisa merembet ke semua lini, memperkuat kerja sama di berbagai bidang untuk masyarakat kedua negara.
Reporter: Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
Pemprov DKI Siap Ikuti Arahan Pusat Terkait WFH/WFA
Justin Hubner Tangkap Ambisi Besar Pelatih Baru John Herdman untuk Timnas Indonesia
SoftBank Amankan Pinjaman USD 40 Miliar untuk Perkuat Investasi di OpenAI
Herdman Buka Ruang untuk Pemain Muda Timnas Indonesia, Targetkan Persiapan AFF 2026