Di sisi lain, bagi Saint Kitts and Nevis, ini seperti jackpot. Mereka justru bisa dapat suntikan 6.04 poin kalau menang, sementara kalau kalah, cuma kehilangan 3.96 poin. Jadi, tekanan lebih besar justru ada di pundak tim kita.
Lantas, sepenting apa sih FIFA Series ini? Bobot turnamennya memang cuma 10, jauh di bawah kualifikasi Piala Dunia yang bobotnya 25. Tapi pelatih John Herdman tetap menekankan bahwa laga ini krusial.
Menurutnya, kalau Timnas bisa menang di dua pertandingan melawan Saint Kitts dan nantinya di final akumulasi sekitar 10 poin bisa mendorong Indonesia ke posisi 118 dunia. Lumayan kan?
Sejarah juga membuktikan, poin dari turnamen 'kecil' bisa berdampak besar. Ambil contoh Piala ASEAN 2021 dulu. Bobotnya cuma 5, tapi Timnas Indonesia saat itu berhasil meraup tambahan 11 poin. Jadi, peluang seperti ini tidak boleh disepelekan.
Jadi, pertandingan Jumat nanti lebih dari sekadar uji coba. Ini tentang mempertahankan momentum, meraih poin berharga, dan terus mendaki tangga ranking FIFA. Semua mata kini tertuju pada SUGBK.
Artikel Terkait
Bus Mogok Picu Kemacetan 9,7 Km di Arus Balik Lingkar Gentong
One Way Nasional Diperpanjang Lagi hingga KM 459 Tol Semarang-Solo
Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 52B Arah Jakarta Antisipasi Arus Balik
Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Capai 285 Ribu Kendaraan di Tol Trans Jawa