Iran Bantah Klaim Trump Soal Negosiasi Akhiri Permusuhan

- Selasa, 24 Maret 2026 | 21:00 WIB
Iran Bantah Klaim Trump Soal Negosiasi Akhiri Permusuhan

Lewat unggahan di Truth Social, Donald Trump membuat klaim mengejutkan. Mantan Presiden AS itu menyatakan telah bernegosiasi dengan Iran untuk mengakhiri permusuhan. Tapi, klaimnya langsung dibantah oleh pihak Iran.

Menurut laporan CNN, Senin (23/3/2026), Trump menulis dengan huruf kapital semua di platform media sosialnya. Dia bilang, keputusan untuk menunda serangan yang diancamkan diambil karena "nada dan isi" diskusi yang terjadi.

"Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, telah mengadakan, selama dua hari terakhir, percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total atas permusuhan kita di Timur Tengah," kata Trump.

"Berdasarkan sentuhan dan nada dari percakapan mendalam, rinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu ini, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," lanjutnya.

Ancaman serangan itu sendiri bukan main-main. Trump sebelumnya sudah mengeluarkan ultimatum: dia akan menyerang pembangkit listrik Iran pada Senin malam itu juga, jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali. Jadi, pernyataan penundaan ini cukup dramatis.

Yang menarik, sikapnya sebelumnya tampak keras. Baru beberapa hari lalu, tepatnya Jumat (20/3) sore, Trump dengan tegas menyatakan posisinya.

"Kita bisa berdialog, tetapi saya tidak ingin melakukan gencatan senjata," katanya waktu itu.

Nah, pernyataan terbarunya di Truth Social jelas bertolak belakang dengan sikap awal itu. Sepertinya, ada sesuatu yang berubah dalam hitungan hari. Atau, mungkin ini bagian dari strategi negosiasinya yang terkenal tak terduga.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar