Dari sebuah forum publik, Prabowo Subianto tak menyembunyikan nada prihatinnya. Program Koperasi Merah Putih, menurut Presiden, muncul justru karena ia gelisah melihat kondisi masyarakat kecil yang masih saja terbelit utang pada rentenir. Bunga pinjaman yang mencekik itu, baginya, adalah bentuk ketidakadilan yang tak bisa dibiarkan.
"Rentenir itu ngeri," tegas Prabowo, suaranya terdengar berkarakter.
"Dia 1 persen sehari. Ini penindasan manusia ke manusia."
Di sisi lain, pemerintah punya target yang ambisius: membangun hingga 80 ribu koperasi yang nantinya dilengkapi fasilitas pendukung seperti gudang dan cold storage. Tapi Prabowo realistis. Capaian saat ini, sekitar 30 ribu koperasi yang sudah terbentuk, ia anggap sebagai progres yang cukup signifikan.
"Siapa yang mengira kita bisa bikin 80 ribu koperasi lengkap dalam satu tahun? Kan enggak," ujarnya dengan nada retoris.
Persoalan klasik petani, menurut penuturannya, selalu berputar pada akses pembiayaan. Masa tanam hingga panen yang bisa mencapai 120 hari itu rentan sekali. Di tengah jeda waktu yang panjang itu, kebutuhan mendesak kerap muncul istri sakit, anak butuh biaya dan akhirnya memaksa mereka mencari pinjaman cepat ke rentenir.
"Petani ini 120 hari baru panen. Di dalam 120 hari kadang istrinya sakit, jadi dia perlu pinjam uang," ungkapnya menggambarkan dilema itu.
Ketimpangan yang Mencolok
Prabowo lalu menyentuh soal yang selama ini jadi ganjalan: ketimpangan suku bunga. Ada yang menarik perhatiannya. Pelaku usaha mikro justru dibebani bunga yang sangat tinggi, bisa sampai 24 persen. Sementara itu, pengusaha besar dengan fasilitas lebih lengkap justru mendapat bunga yang jauh lebih lunak.
"Kredit mikro sekarang bisa 24 persen. Orang miskin 24 persen. Pengusaha besar 7–8 persen," paparnya, menyoroti kontras yang tajam itu.
Mimpi Bunga 6 Persen
Nah, di sinilah Koperasi Merah Putih diharapkan bisa jadi jawaban. Intinya sederhana: menyediakan akses kredit yang terjangkau bagi rakyat. Prabowo bahkan punya target angka yang cukup berani. Ia ingin bunga pinjaman bisa ditekan jauh, hingga sekitar 6 persen per tahun saja.
"Dengan Koperasi Merah Putih, kita siapkan kredit murah," pungkasnya dengan penuh keyakinan.
"Kalau perlu 6 persen setahun."
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Kebakaran Hanguskan Bekas Puskesmas di Lombok Timur
Peradi Profesional Resmi Berbadan Hukum, Targetkan Standar Baru Profesi Advokat
17 Pendaki Selamat dari Erupsi Gunung Dukono, Tiga Orang Masih Dicari
PSBS Biak Dihancurkan Dewa United 0-5, Alex Martins Cetak Hattrick