Natal Tak Berdentang di Setiap Negara
Ketika sebagian besar dunia sibuk menghias pohon dan bertukar hadiah, ada beberapa tempat di mana tanggal 25 Desember berlalu begitu saja. Tak ada lampu gemerlap, tak ada nyanyian pujian. Alasannya beragam, mulai dari keyakinan agama hingga kebijakan pemerintah yang sangat ketat.
Inilah beberapa negara di mana perayaan Natal hampir tak terdengar gaungnya.
Afganistan adalah yang pertama. Mayoritas penduduknya Muslim, jadi Natal bukan hari libur. Bagi komunitas non-Muslim di sana, merayakannya secara terbuka punya risiko sendiri. Kekhawatiran akan gesekan atau serangan bernuansa agama membuat perayaan, jika ada, dilakukan dengan sangat tertutup.
Lalu ada Arab Saudi. Di sini, ekspatriat Kristen memang bisa merayakan Natal, tapi hanya di balik pintu tertutup. Jangan harap melihat gereja atau misa publik. Semua ibadah dan perayaan harus dilakukan secara privat, jauh dari sorotan ruang umum.
Di Tajikistan, aturannya jelas dan tegas. Pemerintah melarang keras atribut Natal seperti pohon terang atau tukar kado, khususnya di sekolah dan kampus. Intinya, mereka ingin tradisi ini tak tampak di ranah publik.
Artikel Terkait
Warga Aceh Tamiang Jaga Imunitas di Ramadhan Pascabencana
Ahli Sarankan Endoskopi untuk Diagnosis GERD yang Tak Kunjung Reda
Epidemiolog Ingatkan Risiko Ciuman Bayi Saat Lebaran
Kemenkes Genjot Perang Melawan Kusta dengan Fokus Deteksi Dini dan Hapus Stigma