Kemenkes Genjot Perang Melawan Kusta dengan Fokus Deteksi Dini dan Hapus Stigma

- Senin, 16 Maret 2026 | 11:00 WIB
Kemenkes Genjot Perang Melawan Kusta dengan Fokus Deteksi Dini dan Hapus Stigma

Kemenkes Genjot Perang Melawan Kusta, Fokus pada Deteksi Dini dan Hapus Stigma

Jakarta - Komitmen pemerintah untuk mengakhiri penyakit kusta di Indonesia kembali ditegaskan. Kali ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggarisbawahi tiga strategi kunci: deteksi dini, pengobatan tuntas, dan pencegahan bagi mereka yang punya kontak erat dengan pasien.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tak menampik bahwa penyakit ini sarat dengan beban sejarah yang kelam. Kusta, kata dia, sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan kerap dikaitkan dengan stigma serta diskriminasi yang sangat menyakitkan.

“Kusta ini sering diasosiasikan dengan negara miskin karena sejak ribuan tahun lalu penyakit ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah sehingga muncul berbagai stigma. Padahal sekarang kita sudah tahu penyebabnya adalah bakteri dan obatnya sudah tersedia,” ujar Menkes Budi.

Nah, itulah poin pentingnya. Secara medis, kusta sebenarnya disebabkan oleh bakteri dan yang terpenting, bisa disembuhkan. Sayangnya, anggapan masyarakat seringkali berkutat pada mitos dan ketakutan yang tidak berdasar.

Menurut Budi, kunci utamanya justru terletak pada penemuan kasus. “Jangan takut jika kasus yang ditemukan banyak. Justru itu menunjukkan sistem deteksi kita bekerja dengan baik,” tegasnya.

Dia mendorong agar sebanyak mungkin kasus ditemukan, sehingga penanganan bisa segera dilakukan. Logikanya sederhana: semakin banyak yang ditemukan dan diobati, rantai penularan akan semakin mudah diputus.

“Temukan sebanyak-banyaknya agar bisa segera diobati, karena obatnya ada dan pengobatannya bisa selesai,” kata Menkes.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar