Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Bandara Soetta Tambah 735 Penerbangan

- Selasa, 17 Maret 2026 | 08:55 WIB
Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Bandara Soetta Tambah 735 Penerbangan

Geliat arus mudik mulai terasa kian ramai di Bandara Soekarno-Hatta. Menjelang Lebaran 2026, otoritas bandara mencatat lonjakan jumlah penumpang yang cukup signifikan. Tak tanggung-tanggung, maskapai pun mengajukan ratusan penambahan penerbangan untuk menampung gelombang pemudik.

Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal PT Angkasa Pura I KC Bandara Soekarno-Hatta, membenarkan hal ini. Dia menyebut, dalam tiga hari saja tepatnya sejak 13 hingga 15 Maret 2026 pergerakan penumpang sudah menyentuh angka sekitar 519.719 orang.

“Angka itu menunjukkan kenaikan sekitar 16,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Kalau dirinci, peningkatan paling mencolok justru terjadi pada rute domestik. Jumlahnya mencapai sekitar 384 ribu penumpang, atau naik 20,3 persen. Sementara untuk penerbangan internasional, tercatat sekitar 134 ribu penumpang dengan pertumbuhan sekitar 7,4 persen.

“Ini sinyal jelas bahwa arus mudik sudah mulai memadat,” tambah Yudistiawan. “Dan kemungkinan besar akan terus bertambah sampai mendekati puncaknya nanti.”

Menanggapi lonjakan ini, maskapai pun tak tinggal diam. Mereka sudah mengajukan penambahan penerbangan, atau yang biasa disebut "extra flight". Sampai saat ini, data yang tercatat mencapai 735 penerbangan tambahan.

“Rinciannya, 101 untuk rute internasional dan 634 untuk domestik,” jelasnya.

“Harapannya, langkah ini bisa memberi kapasitas lebih buat masyarakat yang mau mudik atau balik nanti. Sekaligus menjaga operasional bandara tetap lancar di saat puncak arus Lebaran,” imbuh Yudistiawan.

Di sisi lain, persiapan di lapangan juga digenjot. Bandara Soetta telah mengaktifkan posko terpadu angkutan Lebaran yang bakal berjaga dari 13 hingga 30 Maret 2026. Posko ini jadi titik koordinasi yang melibatkan banyak pihak: mulai dari maskapai, manajemen bandara, TNI/Polri, hingga penyedia layanan darat dan instansi terkait lainnya.

Soal keamanan, pengawasan di area terminal diperketat. Pemeriksaan kendaraan secara acak jadi salah satu cara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka juga sudah menguji genset cadangan, siapa-siapa kalau tiba-taja ada gangguan listrik.

Infrastruktur pendukung pun dipastikan siap tempur. Tiga landasan pacu, 175 tempat parkir pesawat, dan 115 aviobridge dipantau kondisinya. Untuk kenyamanan penumpang, ketersediaan kereta bagasi dan troli kabin ditambah. Layanan Skytrain dan shuttle bus antar terminal juga dioptimalkan agar perpindahan penumpang lebih cepat dan nyaman.

Semua persiapan ini, pada akhirnya, punya satu tujuan: memastikan perjalanan mudik berjalan aman, lancar, dan tanpa kendala yang berarti.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar