JAKARTA – Lebaran identik dengan tradisi bersilaturahmi, berpelukan, dan tak jarang menciumi anak-anak. Tapi hati-hati, niat baik memberi ciuman pada bayi justru bisa membawa risiko kesehatan yang tak main-main. Apa pasal?
Menurut dr. Dicky Budiman, epidemiolog dari Griffith University Australia, kontak fisik yang terlalu dekat seperti mencium adalah pintu masuk yang mudah bagi berbagai virus pernapasan. Jarak antara wajah orang dewasa dan bayi yang hampir menempel saat ciuman, memungkinkan droplet atau percikan dari mulut dan hidung berpindah langsung.
"Ciuman itu kontak yang sangat dekat, atau istilahnya close respiratory exposure," jelas Dicky kepada iNews.id, Senin (16/3/2026). "Droplet dari mulut atau hidung kita bisa langsung mengenai bayi. Itu risikonya."
Bayi, terangnya, punya sistem imun yang masih berkembang. Mereka jauh lebih rentan ketimbang orang dewasa. Jadi, penularannya bukan cuma soal satu penyakit tertentu. Banyak virus yang bisa ikut terbawa.
"Bukan cuma campak. Influenza, Covid-19, RSV, bahkan herpes simplex bisa menular lewat ciuman pada bayi. Ini jadi salah satu cara penularan termudah," tegasnya.
Nah, karena itulah imbauan untuk menahan diri tidak mencium bayi di momen Lebaran dinilai sebagai langkah pencegahan yang tepat. Apalagi saat silaturahmi, pertemuan dan kontak fisik biasanya melonjak drastis. Selain bayi, kelompok rentan lain seperti lansia dan ibu hamil juga perlu mendapat perlindungan serupa.
Di sisi lain, ada satu hal penting lagi yang sering diabaikan: kondisi kesehatan diri sendiri.
Kalau Sakit, Lebih Baik di Rumah Saja
Dicky menekankan, jangan pernah memaksakan diri berkunjung jika badan sedang tidak fit. Rasa sungkan atau ingin tetap silaturahmi justru bisa berakibat buruk. Langkah paling bertanggung jawab adalah beristirahat di rumah sampai benar-benar pulih.
"Kalau sedang sakit, jangan dipaksakan untuk mengunjungi orang lain. Lebih baik istirahat dulu sampai sembuh," katanya.
Intinya, merayakan Lebaran dengan aman itu mungkin kok. Kuncinya sederhana: jaga jarak aman, hindari kontak terlalu dekat dengan kelompok rentan, dan yang paling penting, tunda dulu kunjungan kalau kondisi tubuh belum mendukung. Dengan begitu, kebahagiaan hari raya bisa dirasakan semua pihak tanpa diiringi kekhawatiran akan penularan penyakit.
Artikel Terkait
Andre Taulany Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Mantan Istri, Pilih Tak Banyak Komentar
Kuasa Hukum Nikita Mirzani Minta Dirjen Pajak Audit Penghasilan Rp6,7 Miliar Reza Gladys
Daehoon Na Ultimatum Mantan Istri dan Kekasihnya: Jangan Seret Anak ke Konflik Rumah Tangga
Elly Sugigi Resmi Menikah untuk Keenam Kalinya dengan Mahar Emas 100 Gram dan Satu Unit Apartemen