Kabut masih menggantung di perbukitan Agam ketika helikopter Caracal Kepresidenan mendarat, Kamis pagi. Presiden Prabowo Subianto turun langsung, menapaki tanah becek di wilayah yang dilanda banjir dan longsor di Sumatera Barat. Ia tak sendirian; Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, mendampingi dalam kunjungan kerja ini.
Langkah pertama diarahkan ke posko pengungsian di SD 05 Kayu Pasak, Palembayan. Di sini, Presiden menyapa warga, mengecek kondisi mereka, sekaligus memastikan progres pembangunan hunian sementara berjalan. Suasana di tenda-tenda pengungsian terasa lembap, namun wajah-wajah di sana mulai menunjukkan secercah harapan.
Menurut Andre Rosiade, kedatangan ini bukan sekadar formalitas. "Kami mendampingi Pak Presiden mengunjungi Sumbar. Pertama di Palembayan," ujarnya dalam keterangan tertulis di hari berikutnya, Jumat (19/12/2025).
Bagi Andre, ini adalah bukti nyata. Bukti bahwa pemerintah pusat benar-benar peduli.
"Ini adalah bukti pemerintah pusat di bawah arahan Prabowo begitu peduli terhadap Sumbar dan juga dua daerah lain yang terdampak, Sumatera Utara dan Aceh," tegasnya. Ia juga berterima kasih karena ini sudah kali kedua Prabowo datang pascabencana. "Memastikan semua akan dibantu dan dibangun kembali," imbuh Andre.
Di hadapan para pengungsi sehari sebelumnya, Prabowo sendiri terlihat lega. Ia bilang kondisi mulai membaik. Yang membuatnya gembira, pembangunan huntara sudah dimulai. Tapi ia tak mau berlama-lama. Ada instruksi tegas: percepat.
"Saya gembira sudah melihat rumah-rumah hunian sementara sudah mulai dibangun," kata Prabowo. Lalu dengan nada meyakinkan, ia memberi tenggat. "Sebulan harus selesai, supaya ibu-ibu dan bapak-bapak semua tidak perlu lagi tinggal di tenda."
Perintah itu langsung disampaikan ke Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Koordinasi dan kecepatan jadi kunci.
Namun begitu, huntara bukan akhir cerita. Prabowo memastikan pemerintah juga sudah menyiapkan rencana hunian tetap. Rumah-rumah itu nantinya layak huni, dibangun dengan kualitas baik di atas lahan sekitar 70 meter persegi. Tujuannya satu: agar warga bisa hidup normal kembali, dengan martabat yang utuh.
Setelah dari Agam, agenda masih panjang. Prabowo melanjutkan perjalanan ke Padang Pariaman. Di sana, ia meninjau pembangunan Jembatan Bailey Padang Mantuang. Selanjutnya, penerbangan singkat membawanya ke Jalan Lembah Anai di Tanah Datar. Titik ini penting untuk dipulihkan, akses transportasi darat yang terputus harus segera dibenahi.
Semua titik itu dijelajahi dari udara. Helikopter itu sendiri telah bertolak dari Lanud Sutan Sjahrir sekitar pukul 08.25 WIB. Sebenarnya, Prabowo sudah tiba di Sumbar sejak Rabu sore. Tak lama setelah mendarat, ia langsung menggelar rapat terbatas di Markas Kodam I/Bukit Barisan. Rapat itu intinya sederhana: memastikan semua kementerian dan lembaga bergerak dalam satu komando, satu tujuan.
Kunjungan ini, pada akhirnya, lebih dari sekadar tinjauan lapangan. Ia seperti pesan yang jelas: negara hadir di tengah kesulitan rakyatnya. Bukan sekadar wacana, tapi dalam wujud nyata; dari tenda pengungsian, jembatan yang runtuh, hingga jalan yang longsor. Semuanya dipastikan akan pulih.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Guru yang Tanamkan Nilai dan Etika Tak Tergantikan AI
WHO Konfirmasi Wabah di Kapal Pesiar MV Hondius Akibat Virus Andes yang Langka
Serangan Israel Tewaskan Komandan Senior Pasukan Radwan Hizbullah di Beirut
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada 6-8 Mei 2026