Angka itu menunjukkan komposisi yang menarik: sekitar 6.000 unit adalah sepeda motor, sementara sisanya, 7.145 unit, adalah mobil.
Nah, untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan yang lebih besar, manajemen pelabuhan sebenarnya sudah menyiapkan skema “Satu Kapal Khusus Sepeda Motor”. Rencana cadangan ini bisa diterapkan jika kepadatan memuncak.
Tapi sejauh ini, skema itu belum dijalankan. Alasannya, arus kendaraan dinilai belum mengalami lonjakan yang signifikan. Jadi untuk sementara, pemudik yang membawa motor masih berbagi ruang di kapal yang sama dengan mobil.
“Untuk saat ini kami masih share ke semua kapal. Jadi belum ada yang khusus untuk sepeda motor. Nanti kita lihat kepadatan, baru kita menggunakan skema khusus. Karena sekarang masih tergolong lancar,” pungkas Vidon.
Jadi, semua masih berjalan sesuai skenario. ASDP tampaknya siap, menunggu waktu dan memantau perkembangan arus mudik balik yang diprediksi masih akan terus berlanjut.
Artikel Terkait
Arab Saudi Tegaskan Keamanan Domestik Kondusif, Indonesia Siapkan Skenario Cadangan untuk Haji
Bappisus Ungkap Latar Belakang Program Sekolah Rakyat Gratis Prabowo
Pemerintah Bahas Penyesuaian Kebijakan Energi dan Stimulus Ekonomi
Bus Mogok Picu Kemacetan 9,7 Km di Arus Balik Lingkar Gentong