Kota Serang punya rencana baru untuk mengatasi persoalan sampahnya. Mereka akan memperluas area Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong. Alasannya sederhana: kapasitas yang ada sekarang diprediksi tak akan cukup menampung timbunan sampah di masa depan.
Nah, untuk mewujudkan itu, pemerintah daerah sudah menyiapkan langkah konkret. Pada 2026 mendatang, mereka berencana membebaskan lahan tambahan seluas sekitar 5 hektare. Lahan ini nantinya bakal dipakai untuk mendukung aktivitas pembuangan sekaligus pengolahan sampah yang lebih modern. Yang penting, Pemkot Serang menjamin perluasan ini tak akan mengganggu permukiman warga di sekitarnya.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, lahan yang akan dibebaskan itu statusnya kosong.
"Tidak akan ada relokasi, apalagi penggusuran rumah warga. Itu tidak," tegasnya.
Rencana ini ternyata bukan cuma soal perluasan tempat buang sampah biasa. Farach menyebut ini sebagai langkah strategis yang terhubung dengan proyek besar lainnya.
"Perluasan lahan ini untuk mendukung rencana Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028," kata Farach, Jumat (2/1/2026).
Kalau dilihat dari kondisi saat ini, luas lahan landfill di TPAS Cilowong memang sekitar 5 hektare. Tapi yang sudah terpakai baru sekitar 1,5 hektare saja. Meski begitu, tanpa sentuhan teknologi dan tambahan lahan, usia TPAS ini diprediksi cuma sampai tahun 2034 atau 2036. Setelah itu, bisa penuh.
"Dengan pengolahan dan penambahan lahan, umur TPA pasti akan lebih panjang. Ini persiapan menuju operasional PSEL," tambah Farach.
Di sisi lain, kebutuhan akan lahan baru ini disebutnya sudah mendesak. Nantinya, lahan tambahan itu tak cuma untuk menimbun. Ia akan menunjang penerapan teknologi seperti controlled landfill, insinerator, dan mesin AWS. Semua teknologi itu diharapkan bisa memperpanjang umur operasional TPAS Cilowong secara signifikan.
Artikel Terkait
Israel Setujui Proposal Kontroversial Klaim Lahan di Tepi Barat, Palestina Kecam sebagai Aneksasi
NU di Akar Rumput: Moderasi sebagai Jargon, Tantangan Nyata di Lapangan
Data Cek Kesehatan Gratis DKI Ungkap 93% Warga Jakarta Kurang Aktivitas Fisik
Polda Metro Jaya Kerahkan 1.919 Personel Amankan Perayaan Imlek 2026