Trump Ragukan Kepemimpinan Nyata di Iran, Pertanyakan Keberadaan Putra Khamenei

- Selasa, 24 Maret 2026 | 08:15 WIB
Trump Ragukan Kepemimpinan Nyata di Iran, Pertanyakan Keberadaan Putra Khamenei

Di sisi lain, Trump tampaknya lebih percaya dengan sosok lain yang sedang bernegosiasi dengan AS untuk mengakhiri perang. "Kita berurusan dengan orang yang saya yakini paling dihormati," katanya, tanpa menyebut nama secara spesifik.

Menurutnya, kondisi Iran yang sedang sulit akibat serangan militer AS membuat posisi pemimpin menjadi tidak menarik. Siapa pun, pikir Trump, pasti akan berpikir ulang.

"Tidak ada yang menginginkan tugas itu saat ini. Anda tahu, tidak ada yang benar-benar menantikan untuk menjadi kepala negara," tuturnya. Pernyataan itu menggambarkan asumsinya tentang betapa beratnya beban yang harus ditanggung siapapun yang memimpin Teheran di tengah tekanan seperti sekarang.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar