Di sisi lain, Trump tampaknya lebih percaya dengan sosok lain yang sedang bernegosiasi dengan AS untuk mengakhiri perang. "Kita berurusan dengan orang yang saya yakini paling dihormati," katanya, tanpa menyebut nama secara spesifik.
Menurutnya, kondisi Iran yang sedang sulit akibat serangan militer AS membuat posisi pemimpin menjadi tidak menarik. Siapa pun, pikir Trump, pasti akan berpikir ulang.
"Tidak ada yang menginginkan tugas itu saat ini. Anda tahu, tidak ada yang benar-benar menantikan untuk menjadi kepala negara," tuturnya. Pernyataan itu menggambarkan asumsinya tentang betapa beratnya beban yang harus ditanggung siapapun yang memimpin Teheran di tengah tekanan seperti sekarang.
Artikel Terkait
Kawasan Kota Tua Jakarta Ramai 25 Ribu Pengunjung Meski Sejumlah Museum Tutup Sementara
Iran Siap Pasok Minyak ke Sri Lanka di Tengah Ketegangan Global
Di Balik Ketegangan, Negosiasi Rahasia AS-Iran Terungkap dan Berlanjut
WMO Prediksi El Nino 2026 Bisa Picu Rekor Suhu Global hingga 2027