Yaqut Cholil Qoumas, mantan Menteri Agama, kembali mendekam di Rutan KPK hari ini. Statusnya berubah dari tahanan rumah menjadi kembali ditahan. Menariknya, dalam dua pekan terakhir, lokasi penahanannya sempat berpindah.
Kasus yang menjeratnya adalah dugaan korupsi kuota haji. Tak sendirian, staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz atau yang akrab disapa Gus Alex, juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
12 Maret 2026
Penahanan Yaqut ini sebenarnya sudah dilakukan KPK sejak Kamis, 12 Maret. Aksi itu terjadi sehari setelah upayanya melalui praperadilan gagal total di pengadilan. Namun, banyak yang mempertanyakan mengapa proses penahanannya terasa lambat.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, pun angkat bicara.
"Kenapa waktunya cukup lama? Tentunya kami tidak ingin terburu-buru. Kami ingin melengkapi dulu bukti-bukti atau kecukupan alat bukti dalam rangka melakukan upaya paksa ini," jelas Asep di gedung KPK, Jakarta Selatan.
Dia menegaskan, semua bukti yang terkumpul semakin menguatkan posisi KPK dan akan dibawa ke persidangan. Menurutnya, kecukupan bukti ini bahkan sudah diuji dalam sidang praperadilan yang dimenangkan KPK.
"Secara formil, apa yang dilakukan penyidik KPK telah diuji dalam sidang praperadilan yang diputus pada kemarin, Rabu, 11 Maret 2026. Pengajuan praperadilan dari saudara YCQ ditolak. Artinya, penetapan tersangka itu sudah benar secara formil," terang Asep.
19-21 Maret 2026
Lalu, ada momen menarik jelang Lebaran. Keberadaan Yaqut di rutan tiba-tiba jadi tanda tanya besar.
Informasi ini pertama kali diungkap Silvia Rinita Harefa, istri dari mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Noel). Usai menjenguk suaminya di Rutan KPK pada Sabtu (21/3) atau momen Lebaran, Silvia menyebut para tahanan lain sudah tidak melihat Yaqut sejak Kamis malam sebelumnya.
"Ini sih, tadi sempat nggak ngelihat Gus Yaqut ya. Infonya sih katanya keluar hari Kamis malam," kata Silvia.
Menurut penuturannya, semua tahanan sebenarnya sudah tahu soal hilangnya Yaqut itu. Hanya saja, mereka semua bertanya-tanya. Ada yang bilang sedang diperiksa, tapi waktu pelaksanaannya di malam takbiran terasa janggal.
"Semuanya pada tahu mengenai itu. Cuma mereka kan bertanya-tanya saja. Katanya ada pemeriksaan, tapi kan nggak mungkin kalau menjelang malam takbiran ada periksa gitu kan," jelas Silvia lagi.
Artikel Terkait
Ibas Nilai BSPS dan Makan Bergizi Gratis Jadi Motor Ekonomi Desa
Sopir Taksi Online Bekasi Mengaku Mobil Mendadak Mati dan Pintu Terkunci saat Terjebak di Perlintasan Rel
Polisi Tolak Suap Rp100 Ribu Saat Tilang Pengemudi Pelat Palsu di Puncak Bogor
Polri Dalami Bukti Digital Laporan Jusuf Kalla soal Dugaan Hoaks