Kathryn Garcia, Direktur Eksekutif Otoritas Pelabuhan, memberi rincian lebih jelas. Dari total 41 korban luka, 32 orang sudah diperbolehkan pulang. Namun, sembilan orang lagi masih tertahan di rumah sakit dengan luka yang cukup parah.
Menteri Perhubungan AS Sean Duffy menambahkan, setidaknya dua petugas pemadam kebakaran Otoritas Pelabuhan termasuk di antara yang luka serius. Mereka saat itu sedang bertugas di landasan.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Menurut sejumlah saksi dan rekaman komunikasi awal, izin tampaknya sudah diberikan kepada kedua belah pihak. Pesawat diizinkan mendarat, sementara kendaraan pemadam itu juga dikabarkan punya izin masuk ke area tersebut.
Anthony Brickhouse, pakar keselamatan penerbangan, menyoroti titik kritis ini. "Ini jadi pertanyaan besar: bagaimana komunikasi di menara kendali bisa menghasilkan izin untuk dua kendaraan di ruang yang sama? Investigasi pasti akan mendalami rekaman percakapan radio itu," jelas Brickhouse.
Kini, fokus beralih pada penyelidikan mendalam. Semua pihak menunggu jawaban atas kecelakaan tragis yang merenggut dua nyawa awak pesawat dan melukai puluhan orang itu.
Artikel Terkait
Keluarga Ungkap Riwayat KDRT dan Keguguran Berulang Anggi, Korban Pembunuhan Mantan Suami Siri
Iran Luncurkan Ratusan Rudal ke Tel Aviv dan Pangkasan AS-Inggris di Diego Garcia
Menteri AS: Harga Minyak USD100 Belum Tekan Permintaan, Pasokan ke Asia Jadi Prioritas
Penyidikan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS oleh Empat Prajurit TNI Masih Berjalan