Serangan Udara dan Pemadaman Listrik Besar-besaran Landa Teheran, Krisis Energi Global Mengancam

- Selasa, 24 Maret 2026 | 02:00 WIB
Serangan Udara dan Pemadaman Listrik Besar-besaran Landa Teheran, Krisis Energi Global Mengancam

Suasana mencekam menyelimuti Teheran pagi itu. Ledakan-ledakan terdengar di berbagai penjuru kota, diikuti oleh kelam yang tiba-tiba. Warga ibu kota Iran melaporkan pemadaman listrik besar-besaran, terjadi tak lama setelah serangan udara menghantam wilayah timur, barat, dan utara kota pada Senin, 23 Maret 2026.

Serangan ini seolah menjawab peringatan Israel yang sebelumnya menyatakan akan menargetkan infrastruktur Iran. Perang yang sudah berjalan empat minggu ini tak menunjukkan tanda-tanda akan reda. Malah, ancamannya kian meluas, memperbesar risiko bagi warga sipil di seluruh Timur Tengah. Korban jiwa telah melampaui angka 2.000, dengan mayoritas berasal dari Iran dan Lebanon.

Di tengah kekacauan ini, peringatan keras datang dari Fatih Birol, Kepala Badan Energi Internasional. Ia menyatakan krisis energi global akibat konflik ini lebih parah daripada gabungan guncangan minyak tahun 1973 dan 1979.

“Guncangan minyak pada tahun 1970-an telah menyebabkan kehilangan 10 juta barel per hari, sedangkan kerugian harian dari krisis saat ini telah mencapai 11 juta barel,”

ungkap Birol dalam pertemuan di National Press Club Australia, seperti dikutip The New York Times.

Pasar saham Asia langsung terguncang, mencerminkan kepanikan investor akan terus terputusnya pasokan energi vital. Harga minyak sendiri sudah melonjak lebih dari 50% sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran akhir Februari lalu. Salah satu pemicu utamanya? Blokade de facto Iran di Selat Hormuz.

Presiden Trump sudah memberi ultimatum pada akhir pekan. Ia mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz jalur pengiriman minyak yang vital tidak dibuka kembali pada Senin malam waktu AS. Ancaman itu ditolak mentah-mentah oleh Tehran.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar