Malam di Goiânia punya nadanya sendiri. Di sela deru mesin yang memecah keheningan, ada cerita yang menunggu untuk ditulis di Autódromo Internacional Ayrton Senna. Balapan Moto3 selalu begini: penuh kejutan, dan malam ini takkan berbeda.
Veda Ega Pratama berdiri di baris kedua. Posisi keempat di grid start. Bukan cuma angka, tapi sebuah janji sekaligus tantangan besar. Jaraknya tipis sekali dengan podium, tapi ancaman dari belakang juga nyata.
Di depannya, tiga motor KTM sudah siap membentuk tembok. Joel Esteban yang ngebut dengan catatan 1:26,241 detik menduduki pole. Valentin Perrone dan Hakim Danish mengikutinya, mempertegas dominasi pabrikan Austria di kelas ringan ini.
Veda cuma tertinggal 0,265 detik dari Esteban. Di Moto3, selisih sekecil itu hampir tak terasa. Bisa jadi penentu, bisa juga lenyap di tikungan pertama. Yang jelas, start dari sini bikin peluang podium terasa sangat nyata.
Tapi ya, jalan menuju garis start ini nggak mulus-mulus amat.
Ingat sesi latihan bebas? Veda sempat terlempar dari sepuluh besar. Jadwal yang molor bikin ritme semua orang kacau, lintasan pun berubah-ubah. Di situasi kayak gini, mental pembalap diuji.
Dan Veda menjawabnya tepat di kualifikasi.
Dengan waktu 1:26,406 detik, ia nancep di P4. Satu-satunya pembalap Honda yang nyelip di antara barisan depan KTM. Posisi ini strategis banget, tapi juga punya makna lebih: Honda Team Asia siap menggoyang hegemoni rival.
Dua minggu lalu di Thailand, dia udah kasih sinyal. Start dari tengah grid, finish P5, bawa pulang 11 poin di debut musim ini. Itu bukan keberuntungan biasa. Itu pernyataan.
Sekarang, targetnya naik satu level. Podium.
Balapan Moto3 Brasil digelar Minggu malam, 22.00 WIB. Di kelas di mana slipstream dan pertarungan berdesakan jadi menu utama, start dari baris kedua buka banyak kemungkinan. Satu manuver bagus di awal bisa bawa ke depan. Satu kesalahan kecil, ya habis sudah.
Di belakang Veda, Marco Morelli dan Brian Uriarte siap sergap. Di depan, trio KTM pasti mau kuasai ritme. Ruang untuk gerak akan sempit, dan setiap keputusan harus diambil dalam sekejap.
Moto3 emang nggak kenal kompromi.
Buat Veda, ini lebih dari sekadar finis. Ini soal baca lomba: kapan harus sabar, kapan harus serang, kapan ambil risiko yang nggak bisa diulang. Di sini, keberanian yang tepat waktu seringkali mengalahkan pengalaman bertahun-tahun.
Dan siapa tahu, justru di situlah peluangnya terbuka lebar.
Indonesia pasti tengok dengan harap. Pembalap mudanya, start dari posisi terbaik musim ini, di tengah dominasi KTM, dengan podium yang hampir bisa disentuh.
Lomba belum mulai.
Tapi getarannya sudah sampai ke sini.
Berikut hasil kualifikasi lengkapnya:
1. Joel Esteban (SPA) – LEVEL UP – MTA (KTM) – 1:26.241s
2. Valentin Perrone (ARG) – Red Bull KTM Tech3 (KTM) – 0.206s
3. Hakim Danish (MAL) – AEON Credit- MT Helmets – MSI (KTM) – 0.207s
4. Veda Pratama (INA) – Honda Team Asia (Honda) – 0.265s
5. Marco Morelli (ARG) – CFMOTO Gaviota Aspar Team (KTM) – 0.319s
6. Brian Uriarte (SPA) – Red Bull KTM Ajo (KTM) – 0.594s
7. Joel Kelso (AUS) – GRYD – MLav Racing (Honda) – 0.726s
8. Ryusei Yamanaka (JPN) – 0.729s
9. Rico Salmela (FIN) – Red Bull KTM Tech3 (KTM) – 0.749s
10. Alvaro Carpe (SPA) – Red Bull KTM Ajo (KTM) – 0.759s
11. Maximo Quiles (SPA) – CFMOTO Gaviota Aspar Team (KTM) – 0.772s
12. Adrian Fernandez (SPA) – Leopard Racing (Honda) – 0.795s
13. Casey O'Gorman (IRL) – SIC58 Squadra Corse (Honda) – 0.800s
14. David Almansa (SPA) – Liqui Moly Dynavolt Intact GP (KTM) – 0.803s
15. Zen Mitani (JPN) – Honda Team Asia (Honda) – 0.820s
16. Guido Pini (ITA) – Leopard Racing (Honda) – 0.930s
17. Leo Rammerstorfer (AUT) – SIC58 Squadra Corse (Honda) – 1.890s
18. Cormac Buchanan (NZL) – CODEMotorsports (KTM) – 2.261s
19. Scott Ogden (GBR) – CIP Green Power (KTM) – 1:27.416s
20. Matteo Bertelle (ITA) – LEVEL UP – MTA (KTM) – 1:27.502s
21. Ruche Moodley (RSA) – CODEMotorsports (KTM) – 1:27.562s
22. Eddie O'Shea (GBR) – GRYD – MLav Racing (Honda) – 1:27.762s
23. Nicola Carraro (ITA) – Rivacold Snipers Team (Honda) – 1:27.798s
24. Jesus Rios (SPA) – Rivacold Snipers Team (Honda) – 1:27.811s
25. Adrian Cruces (SPA) – CIP Green Power (KTM) – 1:28.825s
Artikel Terkait
Manchester United Incar 15 Pemain untuk Perombakan Skuad Besar-besaran demi Kembali ke Papan Atas
Perayaan Arsenal ke Final Liga Champions Picu Perang Opini Rooney vs Ian Wright
PSG Pastikan Tiket Final Liga Champions Usai Imbang 1-1 Lawan Bayern Munich
PSG ke Final Liga Champions Usai Tahan Imbang Bayern Munich 1-1