Kinerja operasional PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di sektor panas bumi terus menunjukkan tren positif. Hal ini sejalan dengan langkah strategis perusahaan yang fokus memperkuat portofolio pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) mereka.
Hendra Soetijpto Tan, CEO Barito Renewables, mengonfirmasi capaian ini. Dalam sebuah keterangan resmi, ia menyebutkan bahwa hingga akhir 2025, kapasitas operasional BREN telah mencapai 910 megawatt (MW).
Angka itu naik sekitar 24 MW atau 2,7% dibandingkan posisi akhir 2024. Peningkatan ini tak lepas dari sejumlah proyek yang berhasil dituntaskan. Proyek retrofit di PLTP Salak, misalnya, rampung lebih cepat pada kuartal ketiga 2025 dan bahkan memberi tambahan kapasitas 7,7 MW melebihi perkiraan semula.
Portofolio BREN saat ini memang cukup solid. Lewat anak usahanya, Star Energy, mereka mengoperasikan tiga PLTP besar: Salak di Bogor (430 MW), Wayang Windu di Pengalengan (210 MW), dan Darajat di Garut (270 MW). Dua yang terakhir itu didapat dari akuisisi terhadap Chevron beberapa tahun silam, tepatnya antara 2017 hingga 2018.
Di sisi lain, ekspansi terus berjalan. Tak cuma retrofit, BREN juga menyelesaikan dua sumur eksplorasi di proyek Hamiding pada Desember lalu. Proyek ini punya potensi sumber daya yang menarik, sekitar 55-60 MW, dan menjadi penanda fase baru strategi pengembangan mereka.
Artikel Terkait
Pendapatan Trimegah Sekuritas Melonjak 85% Jadi Rp1,68 Triliun pada 2025
CP Prima Catat Laba Bersih Rp424 Miliar, Naik 32% pada 2025
Laba Bersih INKP dan TKIM Berjalan Berbeda Meski Penjualan Sama-Sama Turun Tipis
Kementerian Pertanian Siapkan Rp9,5 Triliun untuk Hilirisasi 7 Komoditas Andalan