Rupiah Diprediksi Tertekan Usai Libur Idulfitri, Ancaman Dolar AS dan Geopolitik Global

- Senin, 23 Maret 2026 | 19:15 WIB
Rupiah Diprediksi Tertekan Usai Libur Idulfitri, Ancaman Dolar AS dan Geopolitik Global

“Iran merupakan salah satu negara penghasil brent crude oil untuk bahan bakar avtur. Kondisi ini membuat harga emas tergelincir dan investor beralih ke safe haven dolar AS karena prospek penguatannya cukup tajam,” jelasnya.

Memang, di penutupan perdagangan terakhir tanggal 20 Maret lalu, rupiah sempat menunjukkan taring dengan penguatan 0,37 persen ke level Rp16.928. Tapi itu dulu. Sentimen sekarang sudah berubah total. Ancaman konflik darat yang melibatkan Iran, AS, dan Israel jadi momok menakutkan bagi mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Maka, Ibrahim memperkirakan saat pasar dibuka pada 24 Maret nanti, rupiah berpotensi melemah lagi dan mendekati level psikologis baru. Rasanya, tekanan belum akan berhenti.

“Dalam perdagangan minggu depan, kemungkinan mata uang rupiah masih akan terus mengalami pelemahan,” tegasnya.

Estimasi pergerakannya? Rupiah diprediksi berada di kisaran Rp16.990 hingga Rp17.075 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS sendiri sebelumnya sudah menguat 0,42 persen ke level 99,64. Jadi, bersiaplah untuk volatilitas yang tinggi pekan ini.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar