Presiden Prabowo Subianto ternyata tak hanya berlebaran di dalam negeri. Di hari Senin (23/3/2026) itu, ia menyempatkan diri menelepon sejumlah pemimpin negara muslim. Tujuannya sederhana: mengucapkan selamat Idulfitri dan menjaga silaturahmi.
Kabarnya, sambungan telepon itu menjangkau beberapa kepala negara di Timur Tengah. Tak lupa, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, juga masuk dalam daftar sapaannya.
Informasi ini sendiri datang langsung dari Sekretariat Kabinet. Mereka mengonfirmasinya lewat unggahan di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet.
"Pada hari ini, Senin 23 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto kembali melanjutkan komunikasi mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri melalui sambungan telepon dengan para pemimpin muslim negara sahabat," begitu bunyi keterangan di Instagram tersebut.
Lalu, siapa saja yang dihubungi? Setkab merincinya.
"Diantaranya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim," ucap Setkab.
Menurut mereka, momen seperti ini bukan sekadar formalitas. Ada harapan yang lebih dalam.
"Silaturahmi ini menjadi doa dan harapan baik dalam menjaga kedekatan, dukungan dan memperkuat kerja sama antarnegara, khususnya di momentum Hari Raya yang penuh makna," ujar Setkab.
Rupanya, ini bukan gelombang telepon pertama. Sebelumnya, Prabowo sudah lebih dulu berbicara dengan sejumlah pemimpin lain.
"Setelah sebelumnya, Presiden Prabowo mengucapkan ucapan yang sama melalui telefon dengan Presiden Turki Recep Erdogan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Raja Jordan Abdullah II, dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed Bin Salman," lanjut caption tersebut.
Jadi, dalam beberapa hari terakhir, sambungan telepresidennya boleh dibilang cukup sibuk. Semua demi menyambung tali persahabatan di hari yang fitri.
Artikel Terkait
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Indonesia
Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Mentawai, BMKG Sebut Gempa Dangkal
KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Terjaga di Tengah Ketegangan Geopolitik Global
Pemerintah Perpanjang Masa Transisi Aturan 30 Persen Belanja Pegawai Daerah Lewat UU APBN