Jakarta – Dua balapan pertama Moto3 2026 sudah usai. Dan, Veda Ega Pratama benar-benar menyajikan performa yang epik. Dari sini, peluangnya untuk berebut gelar juara dunia terlihat semakin nyata. Memang, musim balap masih panjang sekali. Tapi konsistensi yang ditunjukkannya di awal ini jelas sebuah pertanda bagus.
Yang bikin heboh, prediksi positif ini juga datang dari seorang juara dunia MotoGP. Joan Mir, sang pembalap andalan Honda HRC Castrol, sudah meramalkan hal serupa. Dia sempat mampir ke Bali awal Maret 2026 lalu, selepas seri Thailand. Di sana, Mir tak ragu mengungkap harapannya untuk Veda.
"Saya lihat Veda punya peluang besar untuk tampil kompetitif. Syaratnya, dia harus bisa jaga konsistensi. Jangan sampai berpikir setiap race akan mudah. Selama ambisinya tetap besar, dan dia terus berjuang mengumpulkan poin dengan konsisten, saya rasa dia bisa bertahan sepanjang musim," kata Mir.
Menurutnya, kelas Moto3 itu cerminan dari pertarungan sengit di kelas utama. Cukup jelas, kunci utamanya adalah rasa lapar akan hasil terbaik. Jangan cepat puas, apalagi terbuai oleh pencapaian di balapan sebelumnya.
"Karakter setiap sirkuit kan beda-beda. Acuan dari balapan sebelumnya belum tentu berlaku. Jadi, fokus dan konsisten untuk tampil maksimal itu kuncinya. Kalau Veda bisa pertahankan semangat ini, dia bisa kompetitif sampai akhir," tegas Mir.
Di sisi lain, pujian dan perhatian dari penggemar di tanah air pun membanjir. Bahkan hadiah-hadiah mulai berdatangan. Situasi seperti ini bisa jadi pisau bermata dua. Bisa memacu, tapi juga berpotensi mengganggu konsentrasi. Makanya, banyak yang menyarankan Veda untuk tetap menutup kuping dan fokus total pada lintasan. Itulah kunci untuk menjaga konsistensi yang sudah dibangunnya.
(UDA)
Artikel Terkait
KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Terjaga di Tengah Ketegangan Geopolitik Global
Pemerintah Perpanjang Masa Transisi Aturan 30 Persen Belanja Pegawai Daerah Lewat UU APBN
BPOM Tarik 11 Produk Kosmetik Berbahaya, Mengandung Merkuri hingga Senyawa Karsinogenik
Kesaksian Ahli di Sidang Tipikor: Klaim Kerugian Negara Rp2 Triliun dalam Pengadaan Chromebook Runtuh