ASDP Ambon Tambah Jam Layanan, Antisipasi Puncak Arus Balik
Menyongsong puncak arus balik Lebaran, ASDP Cabang Ambon tak mau kecolongan. Prediksi lonjakan penumpang dan kendaraan pada 24-25 Maret mendatang membuat perusahaan pelayaran ini mengambil langkah antisipatif: menambah jam operasional.
General Manager ASDP Cabang Ambon, Syamsuddin Tanassy, menjelaskan bahwa penambahan jam ini bersifat situasional. "Kami akan lihat kondisi antrean di lapangan," katanya di Ambon, Senin (23/3/2026).
"Kalau kepadatannya tinggi, layanan bisa kami perpanjang sampai pukul 22.00 WIT, bahkan bisa sampai jam 11 malam," tambahnya.
Lonjakan sebenarnya sudah terasa sejak beberapa hari lalu. Data per 22 Maret menunjukkan aktivitas yang cukup sibuk. Lima kapal dikerahkan untuk melayani rute Waipirit-Hunimua, melakukan 17 trip dari pagi hingga malam hari. Hasilnya? Jumlah penumpang hari itu mencapai 1.434 orang. Angka itu naik signifikan, hampir 37 persen, dibandingkan hari yang sama tahun lalu.
Tak cuma penumpang, kendaraan pun membludak. Roda dua tercatat 850 unit, naik sekitar 31 persen. Yang paling mencolok adalah kenaikan kendaraan roda empat. Jumlahnya melonjak lebih dari dua kali lipat, dari cuma 86 unit di 2025 menjadi 217 unit tahun ini. Peningkatannya fantastis, di atas 150 persen.
Kalau dilihat kumulatif sejak 13 Maret, gambaran lonjakan ini makin jelas. Total penumpang sudah nyaris 9.600 orang, naik seperempat dari periode sebelumnya. Kendaraan roda dua dan empat juga menunjukkan tren kenaikan yang konsisten, masing-masing di atas 27 dan 17 persen.
Menurut Syamsuddin, data ini punya cerita. "Lonjakan signifikan, terutama pada roda empat, menunjukkan mobilitas masyarakat dengan kendaraan pribadi memang meningkat drastis saat mudik Lebaran tahun ini," ujarnya.
Melihat tren ini, ASDP pun mengimbau para calon penumpang. Mereka diminta mengatur waktu keberangkatan lebih awal dan, yang tak kalah penting, patuh pada arahan petugas di lapangan. Hal ini untuk menghindari kepadatan berlebih, terutama di dua hari puncak arus balik yang diprediksi bakal sangat padat.
Jadi, buat yang masih berada di kampung halaman dan bersiap kembali, ada baiknya mempertimbangkan imbauan ini. Berangkat lebih awal bisa jadi solusi agar perjalanan balik tak terlalu berjubel.
Artikel Terkait
Rentetan Kekerasan Seksual di Pesantren dan Institusi Agama: Pola Kuasa, Budaya Bungkam, dan Lemahnya Pengawasan
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Indonesia
Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Mentawai, BMKG Sebut Gempa Dangkal
KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Terjaga di Tengah Ketegangan Geopolitik Global