Nah, sebagai gantinya, JTT mengajak para pemudik untuk berpikir ulang. Daripada memaksakan diri masuk ke KM 57 A yang sudah padat, lebih baik cari alternatif rest area lain yang tersebar di sepanjang ruas Jakarta-Cikampek. Bahkan, kalau perlu, lanjutkan saja dulu perjalanan ke ruas tol berikutnya.
"Seperti Ruas Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi mengarah ke Bandung, langkah ini diharapkan dapat membantu distribusi kendaraan lebih merata sehingga perjalanan tetap lancar dan nyaman," sambung Ria.
Dengan begitu, beban tidak hanya tertumpu di satu titik. Pengendara punya pilihan lebih banyak, dan arus lalu lintas secara keseluruhan diharapkan bisa lebih terkendali.
Di sisi lain, JTT juga tak lupa mengingatkan hal-hal dasar yang sering terlupakan di tengah euphoria mudik. Keselamatan harus jadi prioritas utama. Pastikan pengemudi fit, kendaraan dalam kondisi prima, dan selalu jaga jarak aman. Satu lagi yang kerap jadi masalah: pastikan saldo uang elektronik untuk tol cukup sebelum berangkat. Hal-hal kecil seperti ini bisa sangat mengganggu perjalanan kalau sampai diabaikan.
Langkah buka-tutup rest area ini memang terpaksa diambil. Semua demi kenyamanan dan kelancaran bersama di hari-hari puncak arus balik ini.
Artikel Terkait
Monas Ramai Dikunjungi 13.500 Orang di Hari Kedua Lebaran
Arus Mudik Lebaran 2026, Tol Solo-Yogyakarta Catat Lonjakan Tertinggi 60%
Gunung Galunggung Ramai Dikunjungi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Ragunan Dibanjiri 30 Ribu Pengunjung di H+1 Lebaran