Sejak pertengahan tahun lalu, Kamboja terlihat serius memberantas bisnis kotor penipuan daring yang beroperasi di wilayahnya. Gerakan besar-besaran ini membuahkan hasil yang cukup mencengangkan. Lebih dari 210.000 pekerja asing yang terlibat dalam pusat-pusat scam online itu telah pergi meninggalkan negara itu. Mereka hengkang secara sukarela.
Namun begitu, tidak semua berjalan mulus. Otoritas setempat ternyata juga tak segan bertindak tegas. Sekitar 30.000 orang lainnya justru ditangkap dan kemudian dideportasi paksa ke negara asal masing-masing.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri Kamboja, Sar Sokha, dengan tegas menyampaikan angka-angka itu.
Pernyataan itu disampaikan Sokha pada Kamis lalu, menegaskan komitmen pemerintah. Dia bahkan mengingatkan agar aparat di semua level tidak boleh kendor.
Artikel Terkait
Harley-Davidson Luncurkan Platform Ride untuk Transformasi Merek dan Perkuat Komunitas
Hujan Deras dan Angin Kencang di Bekasi Tumbangkan Pohon, Rusak Rumah, dan Lumpuhkan Jalan
CEO Danantara Tinjau Teknologi Mobil Otonom di Fasilitas EVE Energy China
BPOM Perluas Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Berisiko Tangani KLB