Sejak pertengahan tahun lalu, Kamboja terlihat serius memberantas bisnis kotor penipuan daring yang beroperasi di wilayahnya. Gerakan besar-besaran ini membuahkan hasil yang cukup mencengangkan. Lebih dari 210.000 pekerja asing yang terlibat dalam pusat-pusat scam online itu telah pergi meninggalkan negara itu. Mereka hengkang secara sukarela.
Namun begitu, tidak semua berjalan mulus. Otoritas setempat ternyata juga tak segan bertindak tegas. Sekitar 30.000 orang lainnya justru ditangkap dan kemudian dideportasi paksa ke negara asal masing-masing.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri Kamboja, Sar Sokha, dengan tegas menyampaikan angka-angka itu.
Pernyataan itu disampaikan Sokha pada Kamis lalu, menegaskan komitmen pemerintah. Dia bahkan mengingatkan agar aparat di semua level tidak boleh kendor.
Artikel Terkait
156 Karyawan KEK Industropolis Batang Diberangkatkan ke China untuk Pelatihan Teknis
Waktu Buka Puasa di Bekasi Hari Ini Seragam, Jadwal Isya Berbeda
Menteri Perdagangan: Koperasi Desa Bukan Ancaman, Tapi Mitra Ritel Modern
Kemendag Targetkan Indonesia Jadi The Ultimate Hub for Global Sourcing Lewat TEI 2026