Anggota DPR RI, Ahmad Heryawan, justru memberikan apresiasi atas keputusan pemerintah yang menunda rencana mengirim pasukan perdamaian ke Gaza. Menurutnya, langkah ini menunjukkan sikap kehati-hatian yang diperlukan.
Bagaimanapun, situasi di Gaza masih sangat labil dan berisiko tinggi. Menurut sejumlah saksi, kondisi di lapangan bisa berubah drastis dalam hitungan jam.
“Keputusan pemerintah untuk menunda pengiriman pasukan adalah langkah bijak,” ujarnya.
Politisi Fraksi PKS itu menegaskan, keterlibatan Indonesia harus punya dasar hukum yang kuat. “Kita harus memastikan bahwa setiap keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian benar-benar berada dalam kerangka hukum internasional yang jelas, yaitu melalui mandat resmi PBB,” tambahnya, seperti dikutip dari Parlementaria, Minggu (22/3/2026).
Tanpa mandat PBB, legitimasinya di mata dunia bisa dipertanyakan. Pendekatan multilateral itu juga penting, bukan cuma untuk efektivitas, tapi juga menghormati kedaulatan.
Di sisi lain, Heryawan mendorong agar diplomasi tidak dilupakan. Peran Indonesia, katanya, justru lebih krusial dalam mendesak gencatan senjata yang permanen.
Kontribusi kita tak melulu soal militer. Bantuan kemanusiaan dan lobi-lobi aktif di berbagai forum internasional punya dampak yang sangat berarti.
“Indonesia harus terus mengedepankan diplomasi kemanusiaan, memperkuat dukungan terhadap rakyat Palestina, serta mendorong solusi damai yang berkeadilan,” tegasnya.
Evaluasi Posisi di Kancah Global
Lebih jauh, ia mendesak pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan negara sahabat dan lembaga internasional. Kerja sama ini vital untuk setiap langkah yang diambil terkait konflik berkepanjangan itu.
Ia juga menyentil soal pentingnya evaluasi. Kalau posisi Indonesia di forum internasional tertentu ternyata tak sejalan dengan upaya mewujudkan kemerdekaan Palestina, maka perlu ada peninjauan ulang.
“Mari kita seluruh elemen bangsa untuk terus memberikan dukungan moral dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, serta menjaga persatuan dalam menyikapi isu-isu global yang sensitif,” tutup Heryawan.
Pesan terakhirnya jelas: solidaritas dan persatuan nasional adalah kunci dalam menghadapi isu global yang kompleks seperti ini.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Guru yang Beri Inspirasi dan Nilai Tak Tergantikan oleh AI
Pemkot Brebes Ancam Pecat ASN yang Bolos 12 Hari Tanpa Keterangan
PTDI Klaim Pesawat N-219 Solusi Tepat untuk Konektivitas Daerah Terpencil dan Kepulauan
Polda Kepri Bongkar Impor Ilegal Ratusan Pakaian dan Sepatu Bekas Asal Singapura, Tiga Tersangka Diamankan