Gunung Galunggung Ramai Dikunjungi Wisatawan Saat Libur Lebaran

- Minggu, 22 Maret 2026 | 18:00 WIB
Gunung Galunggung Ramai Dikunjungi Wisatawan Saat Libur Lebaran

TASIKMALAYA – Liburan Lebaran kali ini, Gunung Galunggung kembali ramai. Kawasan wisata alam di barat Tasikmalaya ini memang selalu jadi magnet, menarik bukan hanya warga lokal tapi juga mereka yang datang dari jauh. Suasananya penuh, riuh rendah keluarga yang ingin menikmati liburan.

Di Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, berbagai spot wisata diserbu pengunjung. Ada yang memilih berendam di kolam air panas, ada yang mendirikan tenda di dataran tinggi, sementara yang lain mencoba trek sepeda gunung atau berjalan kaki mendekati kawah belerang. Pemandangannya beragam, dari anak muda dengan ransel di punggung sampai orang tua yang sibuk menggelar tikar dan menyiapkan bekal. Bahkan bocah-bocah kecil pun terlihat antusias menapaki jalan setapak.

Banyak perantau asal Tasik yang pulang mudik memanfaatkan kesempatan ini. Mereka yang biasa bekerja di Jabodetabek, misalnya, menyelipkan agenda wisata dalam perjalanan pulang ke kampung halaman. Tak ketinggalan, wisatawan dari luar daerah juga rela menempuh perjalanan panjang demi menikmati keindahan alam Galunggung.

Arifin dan rombongan keluarganya adalah contohnya. Dari Lembang, Bandung, mereka menghabiskan sekitar lima jam di jalan. “Ini sudah ketujuh kalinya kami ke sini pas Lebaran. Jadi tradisi,” ujarnya. Baginya, momen lebaran selalu disandingkan dengan mudik ke Singaparna, kampung halaman istrinya yang hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari Galunggung.

“Pas libur Lebaran mah pasti mudik ke kampung istri saya, sekalian main ke Galunggung. Anak-anak suka ke sini, harganya juga murah,” kata Arifin sambil menikmati hangatnya air pemandian.

Cerita serupa datang dari Sinta, seorang mahasiswi di Bandung. Baginya, pulang ke Tasikmalaya dan mampir ke Galunggung adalah ritual wajib. “Libur semester panjang apalagi Lebaran kayak gini, aku pulang ke Tasik. Hari kedua liburan biasanya ke Galunggung,” tuturnya.

Ia mengaku paling suka berendam di air panas alam. “Mandi di sini bikin rileks, enak di badan dan pikiran. Kayak terapi buat lepas penat dari tugas-tugas kampus,” ujar Sinta.

Nah, soal biaya, ternyata cukup terjangkau. Untuk masuk kawasan wisata dan menikmati kolam air panas, pengunjung dikenai tarif total Rp33.000. Rinciannya, Rp11.000 untuk tiket masuk umum dan Rp22.000 khusus akses ke kolam air panasnya.

Kalau mau yang lebih menantang, ada opsi menuju area kawah. Tiketnya Rp17.000. Dari pintu masuk, Anda bisa naik kendaraan sampai ke titik awal pendakian. Di sana, tantangan sesungguhnya menanti: sekitar 500 hingga 600 anak tangga yang harus ditapaki.

Namun begitu, lelah pendakian itu akan terbayar lunas. Puncaknya, Anda disuguhi pemandangan danau kawah yang memesona, beserta struktur alam unik peninggalan erupsi masa lalu. Pemandangan itu, bagi banyak orang, worth it untuk diperjuangkan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar