Reaksi pasar langsung terasa. Saham Samsung naik 4,3 persen ke level 196.800 won, atau sekitar Rp2,2 juta. Bahkan sempat menyentuh 198.000 won lebih awal. Indeks saham Korea secara keseluruhan juga ikut terdongkrak, naik sekitar 2,7 persen.
Namun begitu, tidak semua analis melihatnya dengan kacamata berwarna merah jambu. Sohn In-joon dari Heungkuk Securities memperkirakan bisnis foundry Samsung baru bisa mencapai titik impas di akhir tahun depan. Ia mengingatkan adanya faktor lain yang bisa menghambat.
“Permintaan ponsel yang masih lemah, ditambah harga chip memori yang melonjak, bisa saja menekan kinerja bisnis foundry mereka,” katanya.
Di sisi lain, ada perkembangan menarik lain yang patut dicermati. CEO Advanced Micro Devices (AMD), Lisa Su, dikabarkan akan segera bertemu dengan Ketua Samsung Electronics, Jay Y. Lee. Pertemuan tingkat tinggi ini, menurut sejumlah laporan media, kemungkinan besar akan membahas peluang kerja sama di bidang chip memori dan semikonduktor logika. Pertemuan ini tentu menambah dinamika di industri yang sedang panas ini.
Artikel Terkait
Pemudik Rela Begadang Demi Tiket Kereta, Stasiun Jakarta Dipadati 54 Ribu Penumpang
Lonjakan 50% Pemudik di Terminal Kampung Rambutan, Terminal Lain di Jakarta Justru Sepi
Pemerintah Finalisasi Formasi dan Skema Rekrutmen ASN 2026
Pemerintah Kaji Formasi ASN 2026 dengan Mempertimbangkan Kemampuan Fiskal