“Mereka mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR,” ujar Prabowo. Hasil penghematan dari pemotongan gaji itu dikumpulkan khusus untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.
Itu belum semua. Pakistan juga memangkas jatah BBM untuk setiap kementerian. Sebanyak 60 persen kendaraan dinas dilarang digunakan setiap hari. Belanja negara untuk barang-barang seperti AC, kendaraan baru, dan mebel kantor dihentikan sementara tanpa batas waktu yang pasti.
“Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan,” paparnya.
Masih ada lagi: kunjungan kerja dikurangi, anggaran untuk acara seremonial dipangkas, dan perkuliahan di perguruan tinggi dialihkan ke daring. Serangkaian langkah darurat yang cukup komprehensif.
Meski mengetengahkan berbagai contoh itu, Prabowo menegaskan bahwa itu semua baru bahan pembelajaran. Pemerintah Indonesia masih akan mempelajari mana yang cocok diterapkan di dalam negeri. “Saya kira kita harus mengupayakan penghematan,” katanya.
Keyakinannya untuk dua-tiga tahun ke depan cukup kuat, tapi hemat energi tetap jadi kunci. “Dengan demikian kita berharap defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita saya kalau bisa kita tidak punya defisit,” harap Prabowo menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Menteri HAM Kecam Keras Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
AladinTravel Tawarkan Solusi Sewa Mobil dan Rencana Perjalanan Dinas Terintegrasi
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah