Posisi Sassuolo di klasemen Serie A 2025/2026 memang cukup membuat penasaran. Saat ini, mereka bertengger di urutan kesembilan dengan 38 poin. Yang menarik, mereka justru tertinggal jauh dari Como 1907 sebuah tim yang baru saja promosi musim lalu yang sudah mengemas 51 poin dan duduk nyaman di posisi empat.
Lantas, apa yang terjadi dengan Sassuolo? Mantan penyerang Juventus, Alessandro Matri, punya pandangan yang cukup tajam soal ini. Menurutnya, klub yang pernah ia bela dari 2016 hingga 2020 ini dibangun dengan orientasi yang berbeda. Bukan untuk mengejar trofi, melainkan lebih untuk urusan bisnis.
"Sassuolo tidak pernah menunjukkan keinginan untuk berkembang. Mereka tampak seperti proyek yang berbeda dari Bologna, Atalanta, atau Como," ujar Matri.
Ia melanjutkan, "Tujuan Sassuolo adalah untuk mengembangkan pemain."
Jadi, intinya sederhana: klub ini berfungsi seperti semacam bengkel pencetak bakat. Pemain-pemain muda diasah, kemudian dijual demi keuntungan finansial. Model bisnis, begitulah kira-kira.
Matri sebenarnya tak sepenuhnya menyalahkan langkah itu. "Ini adalah pekerjaan berkelanjutan untuk mengembangkan pemain, menjual mereka untuk mengumpulkan uang. Apa yang dilakukan Sassuolo tidak ada salah. Langkah itu diambil manajemen untuk keberlangsungan klub," jelasnya.
Tapi, nada suaranya kemudian berubah lebih tegas. "Mereka tidak pernah menunjukkan keinginan untuk berkembang," tegas pemain yang tiga kali menjuarai Liga Italia ini. Pernyataannya itu seperti menusuk langsung ke jantung ambisi atau tepatnya, kurangnya ambisi dari manajemen Sassuolo.
Di sisi lain, pernyataan Matri sepertinya dapat konfirmasi dari dalam klub sendiri. CEO Sassuolo, Giovanni Carnevali, sudah mulai bicara soal rencana jual-beli pemain musim panas nanti.
“Musim masih berlangsung, tapi kami sudah mulai bergerak di bursa transfer. Kami akan menjual beberapa pemain,” kata Carnevali.
Ia menambahkan, “Kami sudah bisa memperkirakan siapa saja yang mungkin hengkang. Namun, itu semua tergantung kepada harga yang kami tawarkan dan seberapa besar klub pengincar memberikan penawaran.”
Jadi, sinyalnya sudah jelas. Nama-nama seperti Jay Idzes dan Tarik Muharemovic dikabarkan berpotensi besar angkat kaki. Sassuolo memang terlihat konsisten dengan jalur yang sudah mereka pilih: bertahan dengan menjadi penjual bakat, ketimbang berinvestasi besar untuk mengejar prestasi papan atas. Sebuah pilihan yang sah, meski bagi sebagian fans, mungkin terasa sedikit pahit.
Artikel Terkait
John Herdman Panggil Tujuh Pemain untuk Seleksi Awal Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
Polresta Yogyakarta Tetapkan 13 Tersangka Kasus Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha
Penembakan di White House Correspondents’ Dinner, Pelaku Guru California Diamankan tanpa Korban Luka
Penembakan di Makan Malam Koresponden Gedung Putih, Lokasi yang Sama dengan Percobaan Pembunuhan Reagan 1981