Saham yang dibeli kembali nantinya akan jadi saham treasury. Bisa dijual lagi di BEI, atau di luar bursa. Bisa juga dipakai untuk program kepemilikan saham bagi pegawai dan pengurus. Jadi, cukup fleksibel.
Selain soal uang, ada juga penyesuaian teknis yang disetujui. Pemegang saham menyetujui reklasifikasi saham Seri B milik BP BUMN menjadi saham Seri A Dwiwarna. Ini menyangkut 223 juta lebih lembar saham. Penyesuaian ini dilakukan untuk menaati aturan baru, yakni UU No. 16 Tahun 2025.
Okki menegaskan, langkah ini bentuk kepatuhan perusahaan. “Penyesuaian ini merupakan bagian dari kepatuhan Perseroan terhadap regulasi yang berlaku sekaligus memastikan tata kelola perusahaan tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Rapat kemarin juga mengesahkan laporan tahunan, menetapkan remunerasi direksi dan komisaris untuk tahun depan, sampai menunjuk akuntan publik. Ada juga pembahasan soal realisasi dana dari Sustainability Bond dan wewenang Dewan Komisaris terkait dana pensiun.
Intinya, semua keputusan yang diambil kemarin diharapkan bisa memperkuat fondasi bisnis BNI. Dengan modal yang kuat, tata kelola yang adaptif, dan kebijakan yang berorientasi jangka panjang, BNI optimis bisa terus berkembang dan memberi kontribusi bagi perekonomian. Momentum pertumbuhan harus dijaga, apalagi di tengah persaingan sektor keuangan yang makin ketat.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Pascabencana di Sumatera
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif sebagai Tersangka Baru Kasus Pemerasan
Korban Tewas Konflik Iran Capai 1.255 Jiwa, Termasuk 168 Anak di Sekolah Dasar
Menteri Keuangan Tinjau Tanah Abang, Klaim Daya Beli Masih Kuat